Ahad 01 Nov 2020 15:55 WIB

Kelompok Cendekiawan Muslim Berduka Atas Gempa Turki

Gempa berkekuatan 6,6 skala Richter di Turki menewaskan 42 orang.

Rep: Rossi Handayani/ Red: Ani Nursalikah
Kelompok Cendekiawan Muslim Berduka Atas Gempa Turki. Warga menghampiri gedung yang runtuh setelah gempa berkekuatan 7.0 yang berpusat di Laut Aegea mengguncang Izmir, Turki, 30 Oktober 2020.
Foto: EPA
Kelompok Cendekiawan Muslim Berduka Atas Gempa Turki. Warga menghampiri gedung yang runtuh setelah gempa berkekuatan 7.0 yang berpusat di Laut Aegea mengguncang Izmir, Turki, 30 Oktober 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- International Union for Muslim Scholars (IUMS) mengirim belasungkawa untuk Turki atas nyawa yang hilang dalam gempa bumi, Sabtu (31/10). "Sekretariat dan Kepresidenan International Union for Muslim Scholars menyampaikan belasungkawa kepada Presiden Turki, Pemerintah dan Rakyat atas bencana gempa bumi yang melanda provinsi Izmir dan menyebabkan sejumlah korban dan cedera," sebut IUMS dalam sebuah pernyataan, dilansir dari Anadolu Agency, Ahad (1/11).

Mereka turut mendesak dunia Arab dan Muslim, bersama dengan organisasi kemanusiaan berdiri bersama Turki untuk membantu mereka yang terkena dampak gempa. Pernyataan tersebut menyatakan solidaritas dengan Turki dan berharap agar korban luka segera pulih.

Baca Juga

Sebelumnya gempa berkekuatan 6,6 skala Richter itu menewaskan 42 orang dan hampir 900 terluka ketika mengguncang Izmir dan provinsi sekitar Aegean Turki pada Jumat (30/10). Gempa mengguncang Turki dan Yunani pada Jumat sore. Episenter gempa ada di koordinat 37.89 LU dan 26,84 BT, berlokasi di laut jarak 17 kilometer arah barat laut Samos Yunani kedalaman 10 kilometer.

Gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya deformasi batuan kerak dangkal di area tersebut. Gempa dirasakan pula di Bulgaria dan Makedonia Utara itu, bahkan turut menyebabkan tsunami lokal sekitar 5-8 centimeter.

 

https://www.aa.com.tr/en/turkey/muslim-scholars-group-condoles-with-turkey-on-quake/2026668 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement