Ahad 01 Nov 2020 14:54 WIB

Erick Thohir Cek Langsung Penyebab Mati Lampu Jakarta

Sejumlah kawasan di Jakarta sudah mulai kembali dialiri listrik.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Indira Rezkisari
Erick Thohir cek penyebab pemadaman listrik di beberapa wilayah Jabodetabek, Ahad (1/11).
Foto: Dok. ET
Erick Thohir cek penyebab pemadaman listrik di beberapa wilayah Jabodetabek, Ahad (1/11).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri BUMN, Erick Thohir melakukan pengecekan langsung ke pusat monitor kelistrikan Jabodetabek ketika ada pemadaman serentak di beberapa wilayah Jabodetabek. Erick mendatangi kantor PLN UID Jakarta Raya, Ahad (1/11).

Pemadaman yang terjadi di beberapa wilayah Jabodetabek disinyalir karena adanya kerusakan di empat Saluran Udara Tegangan Extra Tinggi (SUTET). Erick meminta PLN segera mengatasi hal ini dan memastikan pasokan listrik ke warga tak terkendala lama.

Baca Juga

"Saya sudah cek langsung ke lapangan. Semoga segera recovery," ujar Erick, Ahad (1/11).

Sejauh ini, kata Erick sudah ada beberapa wilayah yang mulai teraliri listrik lagi. Daerah tersebut meliputi Cawang, Duren Tiga, Mampang, SCBD, Kemang, Ancol, Angke, Setiabudi.

Hujan deras disertai sambaran petir sebelumnya membuat sejumlah daerah di Jakarta dan sekitarnya mengalami pemadaman. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengakui empat SUTET 500 KV mengalami gangguan.

Hal ini menyebabkan pemadaman listrik khususnya di wilayah Bekasi, Jakarta Timur dan Depok. Empat SUTET tersebut adalah SUTET Muara Tawar-Cibatu, SUTET Depok-Cibinong, SUTET Cawang-Muara Tawar, SUTET Bekasi Tambun.

"PLN mohon maaf atas padamnya aliran listrik yang dialami oleh sebagian wilayah Jakarta mengalami padam," ujar Senior Manager General Affairs PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, Emir Muhaimin, Ahad (1/11).

Secara bertahap PLN akan melakukan penormalan dengan memindahkan beban listrik ke jaringan lainnya. "Saat ini tim tengah melakukan upaya pengecekan dan upaya perbaikan untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan," tambah Emir.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement