Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Terobosan Bertransportasi di Terowongan Kendal

Ahad 01 Nov 2020 14:04 WIB

Rep: Eva Rianti/ Red: Indira Rezkisari

Seorang warga menggunakan masker saat berjalan di Terowongan Kendal, Sudirman, Jakarta, Selasa (8/9). Jumlah kasus positif Covid-19 di Tanah Air pada Selasa (8/9) bertambah sebanyak 3.046 kasus baru dan secara akumulasi kasus Covid-19 di Indonesia menembus hingga mencapai angka 200.035 orang. Republika/Putra M. Akbar

Seorang warga menggunakan masker saat berjalan di Terowongan Kendal, Sudirman, Jakarta, Selasa (8/9). Jumlah kasus positif Covid-19 di Tanah Air pada Selasa (8/9) bertambah sebanyak 3.046 kasus baru dan secara akumulasi kasus Covid-19 di Indonesia menembus hingga mencapai angka 200.035 orang. Republika/Putra M. Akbar

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Transportasi terintegrasi di Terowongan Kendal tawarkan kemudahan bertransportasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Jakarta baru saja menyabet juara dunia sebagai kota terbaik dalam Sustainable Transport Award (STA) 2021. Perolehan itu dibuktikan dari adanya pembangunan transportasi yang makin masif dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta di sejumlah titik layanan transportasi publik di Ibu Kota.

Salah satu lokasi yang menjadi area pengintegrasian transportasi publik adalah di kawasan Terowongan Kendal, Jakarta Pusat. Di lokasi tersebut tak hanya ada Stasiun Sudirman yang melayani pengguna kereta rel listrik (KRL), ada pula stasiun MRT Jakarta, stasiun Kereta Bandara, dan halte Transjakarta.

Di Terowongan Kendal tampak sejumlah penumpang KRL keluar dari Stasiun Sudirman bergerak ke berbagai arah melewati Terowongan Kendal. Lalu beberapa pengguna transportasi bergegas menuju ke utara untuk melanjutkan perjalanan dengan menggunakan mass rapid transit (MRT) Dukuh Atas BNI. Sebagian lainnya menuju ke arah Selatan melewati jalan yang tersedia untuk pejalan kaki beralih ke halte Transjakarta Dukuh Atas 1 yang berlokasi di Jalan Sudirman.

Terlihat pula beberapa orang dari arah barat atau keluar dari Stasiun Bandara membawa koper menuju ke stasiun Sudirman untuk melanjutkan perjalanan menggunakan KRL dengan melewati Terowongan Kendal. Selain bisa memanfaatkan KRL, MRT, Transjakarta, dan Kereta Bandara, pengguna transportasi publik juga dengan mudahnya bisa melanjutkan perjalanan dengan menggunakan bajaj, ojek online, ataupun ojek pangkalan yang ada di luar Stasiun Sudirman. Notabene alat transportasi tersebut berada di Jalan Blora, sebagian juga mangkal di Jalan Tanjung Karang.

Tak hanya itu, di sisi timur Terowongan Kendal, juga terdapat tempat parkir sepeda yang bisa dimanfaatkan oleh pesepeda. Titik parkir sepeda juga ada di sisi belakang stasiun MRT Dukuh Atas BNI.

Seorang pengguna transportasi publik, Faisal (42) mengungkapkan sistem transportasi terintegrasi yang diterapkan di area Terowongan Kendal menawarkan kemudahan dalam bertransportasi. “Sangat memudahkan. Habis turun dari KRL bisa lanjut naik MRT, misalnya ke Lebak Bulus, atau pilihan lainnya bisa lanjut naik Transjakarta, cakupannya lebih luas,” tuturnya saat ditemui Republika di sekitar Terowongan Kendal, Ahad (1/11).

Faisal juga mengatakan, selain menawarkan kemudahan, sistem transportasi yang terintegrasi itu juga memberi kenyamanan bagi pengguna transportasi publik, terutama soal efektivitas waktu. “Transportasinya terbilang nyaman. Itu sudah cukup, bisa ke mana-mana. Malah biasanya di sini disiapkan busway (Transjakarta pengumpan) gratis yang warna oranye. Tapi selama pandemi, tidak beroperasi,” tutur pria asal Depok itu.

Bus Transjakarta pengumpan tersebut diketahui melayani pengguna transportasi publik ke beberapa titik. Di antaranya ke Monas, Blok M, dan Senen. Jika beroperasi, bus itu, kata Faisal mangkal di Jalan Tanjung Karang.   

Senada, Susi (29), seorang karyawan swasta mengatakan sangat terbantu dengan adanya ragam layanan transportasi di area Terowongan Kendal tersebut. Biasanya dia menggunakan KRL dan melanjutkan perjalanan menggunakan MRT menuju ke arah Senayan. “Jadi lebih efektif dan nyaman. Habis keluar dari Stasiun Sudirman, saya jalan lewat terowongan ini, terus lanjut ke kanan situ masuk ke Stasiun MRT,” ceritanya.

Kenyamanan juga tampak ditawarkan untuk kalangan-kalangan khusus. Republika juga melihat di area tersebut terdapat fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh disabilitas, orang lanjut usia, ataupun kalangan khusus lainnya. Ada jalur khusus bagi disabilitas yang hendak melanjutkan perjalanan ke halte Transjakarta, Stasiun MRT, dan Stasiun Kereta Bandara. Terdapat juga lift yang bisa dimanfaatkan bagi pengguna transportasi yang membutuhkan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA