Jumat 30 Oct 2020 05:47 WIB

Libur Panjang, AP I Prediksi Layani 300 Ribu Penumpang

AP I memastikan menjamin penerapan ketat protokol kesehatan di 15 bandaranya

Rep: rahayu subekti/ Red: Hiru Muhammad
Seorang calon penumpang pesawat berada di area pintu keberangkatan Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (16/9/2020). Berdasarkan data PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo, pengguna jasa penerbangan saat pandemi COVID-19 melalui bandara tersebut mulai naik dari bulan Mei sebanyak 17 ribu penumpang naik menjadi 34 ribu penumpang pada bulan Agustus.
Foto: Antara/Aloysius Jarot Nugroho
Seorang calon penumpang pesawat berada di area pintu keberangkatan Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (16/9/2020). Berdasarkan data PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo, pengguna jasa penerbangan saat pandemi COVID-19 melalui bandara tersebut mulai naik dari bulan Mei sebanyak 17 ribu penumpang naik menjadi 34 ribu penumpang pada bulan Agustus.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Angkasa Pura (AP) I (Persero) memperkirakan akan ada peningkatan penumpang selama libur panjang akhir Oktober 2020 sejak kemarin (28/10) hingga 1 November 2020. Vice President Corporate Secretary AP I Handy Heryudhitiawan mengatakan pada periode tersebut akan melayani sekitar 300 ribu penumpang.  “Perkiraan peningkatan penumpang ini diperkirakan minimal sebesar 10 persen,” kata Handy, Kamis (29/10). 

Handy mengatakan peningkatan tersebut dibandingkan periode libur panjang cuti bersama Tahun Baru Islam pada 20-23 Agustus 2020. Pada periode libur panjang Agustus 20020, penumpang yang dilayani AP I hanya 273.194 orang. 

Dia memastikan dengan prediksi peningkatan tersebut, Handy memastikan AP I tetap berkomitmen untuk menjamin penerapan secara ketat protokol kesehatan Covid-19 di 15 bandara yang dikelola berjalan dengan baik. “Ini untuk memberikan rasa aman juga nyaman bagi penumpang yang bepergian,” ujar Handy. 

Handy mengatakan, penerapan protokol kesehatan tersebut dilakukan melalui pembersihan area-area yang sering disentuh oleh penumpang dengan menggunakan desinfektan secara berkala. Begitu juga dengan pengaturan jarak antrian dan kursi penumpang di area boarding lounge serta melakukan pemeriksaan dokumen-dokumen perjalanan bagi calon penumpang.

Dia menuturkan, AP I juga menyediakan fasilitas tes cepat di 11 bandaranya. Biaya tes cepat di delapan bandara besar AP I sebesar Rp 85 ribu sejak 14 September lalu. “Fasilitas ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat yang ingin melakukan perjalanan udara pada masa adaptasi kebiasaan baru,” kata Handy. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement