Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Pandangan Ulama tentang Perayaan Maulid Nabi

Rabu 28 Oct 2020 05:27 WIB

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Ani Nursalikah

Pandangan Ulama tentang Perayaan Maulid Nabi. Sejumlah jamaah saat mendengar ceramah pada acara Maulid Akbar Nabi Besar Muhammad SAW. Ilustrasi

Pandangan Ulama tentang Perayaan Maulid Nabi. Sejumlah jamaah saat mendengar ceramah pada acara Maulid Akbar Nabi Besar Muhammad SAW. Ilustrasi

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Ulama berbeda pendapat tentang hukum menggelar perayaan maulid Nabi SAW.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perayaan maulid Nabi Muhammad SAW diakui memang merupakan perbuatan baru yang belum pernah dilakukan saat Nabi hidup. Kendati demikian, ulama berbeda pendapat tentang hukum menggelar perayaan yang diadakan setiap 12 Rabiul Awal penanggalan hijriyah.

Berikut pandangan para ulama tentang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga

1. Imam Ibnu Hajar Al-Asqolani

Imam Ibnu Hajar mengakui kegiatan tahunan ini merupakan perkara bid'ah. Namun, jika pelaksanaannya dilakukan dengan kegiatan baik dan menghindari amalan yang mengandung dosa, maka Maulid Nabi merupakan bid'ah hasanah (perkara baru yang baik).

"Perayaan Maulid Nabi SAW termasuk perkara bid'ah yang tidak ada contoh dari kalangan salaf generasi sahabat, tabiin dan tabiit tabiin. Akan tetapi perayaan Maulid Nabi SAW perbuatan baik dan buruk. Siapa saja yang merayakannya dan bisa melakukan perbuatan baik dan menghindari yang buruk maka ini termasuk bid’ah hasanah."

2. Imam As-Suyuti

Perayaan maulid disebut Imam As-Suyuti sebagai bid'ah hasanah karena biasanya diisi dengan perbuatan-perbuatan baik, seperti membaca Alquran, hadist dan berkumpul bersama saudara Muslim lain.

"Menurutku bahwa perayaan Maulid Nabi SAW dengan cara berkumpulnya sekelompok manusia, membaca Alquran, membaca hadits Nabi, kemudian dihidangkan makanan untuk para hadirin maka ini termasuk perbuatan bidah hasanah yang pelakunya mendapatkan pahala. Sebab dalam perayaan tersebut ada unsur mengagungkan Nabi SAW, menampakkan kebahagiaan dan senang dengan kelahiran Nabi SAW."

3. Imam Abu Syamah

Imam Abu Syamah juga menilai maulid nabi merupakan bid'ah yang baik karena perayaan ini muncul disebabkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW. "Di antara yang termasuk bidah yang baik dizaman sekarang adalah perayaan Maulid Nabi SAW. Di dalamnya dilakukan sadaqah, kebahagaiaan dengan kelahiran Nabi SAW. Hal ini muncul karena rasa mahabbah atau cinta kepada Nabi SAW. Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas karunia diutusnya Nabi SAW kepada kita semua."

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA