Sunday, 11 Jumadil Akhir 1442 / 24 January 2021

Sunday, 11 Jumadil Akhir 1442 / 24 January 2021

Vs Ajax, Gasperini: Laga Sulit Tingkat Tinggi Bagi Atalanta

Selasa 27 Oct 2020 10:30 WIB

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Pelatih Atalanta Gian Piero Gasperini (kiri) dan pelatih Ajax Erik ten Hag.

Pelatih Atalanta Gian Piero Gasperini (kiri) dan pelatih Ajax Erik ten Hag.

Foto: DOK REPUBLIKA
Pertandingan akan berlangsung di Stadion Atleti de Azzurri, Rabu (28/10) dini hari.

REPUBLIKA.CO.ID, BERGAMO -- Pelatih Atalanta Gian Piero Gasperini menegaskan pertandingan melawan Ajax Amsterdam pada matchday kedua Liga Champions 2020/202, bakal sangat terasa sulit. Apalagi, Ajax merupakan salah satu kesebelasan yang memiliki filosofi bermain menarik.

"Besok akan menjadi pertandingan yang sama sekali berbeda dengan yang melawan Sampdoria, itu akan jauh lebih terbuka," kata Gasperini dikutip Football Italia, Selasa (27/10).

Pertandingan nanti akan berlangsung di Stadion Atleti de Azzurri, Rabu (28/10) dini hari WIB nanti. Meski begitu, kondisi kedua tim tengah berada situasi yang berbeda.

Atalanta baru saja menelan kekalahn 1-3 dari Sampdoria akhir pekan kemarin. Itu merupakan kekalahan kedua secara beruntun La Dea, julukan Atalanta pada musim kompetisi Liga Italia.

Sedangkan Ajax, akhir pekan laku mencatat rekor bersejarah Eredivise Belanda dengan menggilas lawannya VVV Venlo dengan skor akhir 13-0.

Gasperini pun mengeklaim pertandingan nanti tak akan sama dengan ketika Alejandro Gomez kolega berhadapan dengan il Sampd. Sebab, Ajax memainkan sepak bola menyerang dan Atalanta harus tampil bagus di kedua fase bertahan, pun menyerang.

"Ini akan jadi gim dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi," sambung Gasperini.

Lebih lanjut, Gasperini mengatakan, Atalanta berbeda secara taktik dari lawan mereka, dan ia mengakui sangat mengagumi filosofi pun role mode Ajax sebagai kesebelasan elit yang mengdepankan perkembangan skuat muda terbaik di Eropa.

"Dari segi taktis, kami adalah dua tim yang berbeda. Ajax merupakan laboratorium untuk aspek taktis. Bagi saya, mereka akan selalu menjadi acuan sebagai tim, mereka mengedepankan ide-ide efisien yang saya sukai. Mereka selalu menjadi model bagi saya."

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA