Ahad 25 Oct 2020 23:18 WIB

Ada 33 Kasus Covid-19 Baru di Sulut, Manado Terbanyak

Warga Sulut terkonfirmasi Covid-19 telah mencapai 5.209 orang.

Petugas kesehatan mengambil sampel darah saat tes cepat (rapid test) COVID-19 mandiri di salah satu Rumah Sakit di Manado, Sulawesi Utara, Jumat (19/6/2020). Tidak kurang dari 150 warga mengantre mengikuti tes cepat mandiri (berbayar) setiap harinya di rumah sakit tersebut sebagai salah satu syarat melakukan perjalanan keluar daerah dengan alasan bekerja maupun berdagang
Foto: Antara/Adwit B Pramono
Petugas kesehatan mengambil sampel darah saat tes cepat (rapid test) COVID-19 mandiri di salah satu Rumah Sakit di Manado, Sulawesi Utara, Jumat (19/6/2020). Tidak kurang dari 150 warga mengantre mengikuti tes cepat mandiri (berbayar) setiap harinya di rumah sakit tersebut sebagai salah satu syarat melakukan perjalanan keluar daerah dengan alasan bekerja maupun berdagang

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO -- Sulawesi Utara (Sulut) ketambahan 33 kasus baru konfirmasi positif Covid-19 dan Kota Manado menjadi daerah dengan jumlah penularan terbanyak dibandingkan kabupaten/0kota lainnya.

"Akumulasi warga terkonfirmasi positif Covid-19 telah mencapai sebanyak 5.209 orang," ujar Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel MPH di Manado, Ahad (25/10).

Kota Manado masih menjadi daerah dengan tingkat penularan tertinggi dibandingkan empat daerah lainnya pada pekan ini. Jumlah kasus baru di Kota Manado bertambah sebanyak 11 kasus, Kota Tomohon (sembilan kasus), Kabupaten Minahasa (delapan kasus), Kabupaten Minahasa Utara (tiga kasus), dan Kabupaten Kepulauan Talaud (dua kasus).

Pemerintah Provinsi Sulut pertama kali mengumumkan kasus pertama Covid-19 pada pertengahan Maret 2020. Sekitar tujuh bulan berjalan, bila dirata-ratakan provinsi berpenduduk lebih dari 2,6 juta jiwa itu terjadi penambahan 744 kasus setiap bulannya.

Dokter Steaven menambahkan, dari akumulasi kasus sebanyak 5.209 orang tersebut, sebanyak 4.405 orang atau sebesar 84,56 persen telah dinyatakan sembuh. Sementara, pasien yang dilaporkan meninggal mencapai 195 orang atau 3,74 persen.

Sementara pasien aktif yang masih mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit dan melakukan isolasi mandiri sebanyak 609 orang atau sebesar sebesar 11,7 persen.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement