Sabtu 24 Oct 2020 15:57 WIB

Stadion Papua Bangkit Ganti Nama Jadi Stadion Lukas Enembe

Stadion Papua Bangkit awalnya dibangun untuk menyambut PON XX Papua 2020

Rep: Novita Intan/ Red: Christiyaningsih
Aparat keaamanan TNI dan Polri berjaga di pintu utama Stadiun Papua Bangkit, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (23/10/2020). Venue PON XX yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Papua itu siap diresmikan sekaligus hitung mundur pelaksanaan PON XX 2021. Selain venue, juga diresmikan Terminal Type B Waena Kota Jayapura, peluncuran data Orang Asli Papua (OAP), pemberian nama Stadion Lukas Enembe yang sebelumnya Papua Bangkit, dan perubahan nama Bandar Udara Sentani menjadi Dortheys Hiyo Eluay.
Foto: ANTARA/Indrayadi TH
Aparat keaamanan TNI dan Polri berjaga di pintu utama Stadiun Papua Bangkit, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (23/10/2020). Venue PON XX yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Papua itu siap diresmikan sekaligus hitung mundur pelaksanaan PON XX 2021. Selain venue, juga diresmikan Terminal Type B Waena Kota Jayapura, peluncuran data Orang Asli Papua (OAP), pemberian nama Stadion Lukas Enembe yang sebelumnya Papua Bangkit, dan perubahan nama Bandar Udara Sentani menjadi Dortheys Hiyo Eluay.

REPUBLIKA.CO.ID, REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- PT PP (Persero) Tbk telah menyelesaikan pembangunan proyek Stadion Papua Bangkit pada tahun lalu. Stadion Papua Bangkit berlokasi di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua awalnya dibangun untuk menyambut penyelenggaraan PON XX Papua 2020 yang pertama kali akan berlangsung di Papua.

Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PP Agus Purbianto mengatakan stadion ini memiliki kapasitas sekitar 40 ribu penonton. Seluruh fasilitas stadion berstandar internasional, mulai dari bangunan tiga lantai, lintasan atletik telah tersertifikasi IAF, lapangan standar FIFA, serta sarana pendukung lainnya yang didatangkan langsung dari luar negeri.

Baca Juga

“Stadion ini terdiri dari dua lapangan, yaitu lapangan utama dan lapangan pemanasan. Pembiayaan pembangunan stadion ini didanai oleh APBD Provinsi Papua senilai Rp 1,3 triliun,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (24/10).

Pada Oktober 2020, Stadion papua Bangkit resmi mengalami pergantian nama menjadi Stadion Lukas Enembe. Stadion Papua Bangkit (Stadion Lukas Enembe) disebut stadion terbaik dan termegah kedua yang ada di Indonesia setelah Stadion Gelora Bung Karno yang berlokasi di Jakarta.

Desain stadion ini disesuaikan dengan budaya masyarakat Papua yaitu Honai karena keunggulannya, Stadion Papua Bangkit (Stadion Lukas Enembe) berhasil masuk sebagai salah satu Nominasi Stadion Terbaik Dunia 2019 yang diselenggarakan oleh media daring asal Polandia, StadiumDB.com. Stadion ini bersaing dengan 21 stadion lainnya yang berasal dari 19 negara untuk menjadi yang terbaik.

“Masyarakat Papua sangat bangga atas kehadiran stadion ini di Provinsi Papua dan berharap stadion ini tidak hanya digunakan untuk menyambut PON ke-XX tapi dapat digunakan untuk aktivitas olahraga lainnya oleh masyarakat Papua,” ucap Agus.

Menurutnya kehadiran Stadion Papua Bangkit (Stadion Lukas Enembe) di Papua dapat mempercepat pembangunan infrastruktur di provinsi tersebut. “Berbekal pengalaman dan hasil kualitas pekerjaan yang dimiliki oleh perseroan, kami dapat menyelesaikan pembangunan stadion ini tepat waktu dimana Perseroan telah menyelesaikan pembangunan stadion ini sejak Juni 2019 lalu,” jelasnya.

Proyek pembangunan Stadion Papua Bangkit diresmikan secara langsung oleh Gubernur Papua Lukas Enembe pada Jumat (23/10).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement