Tuesday, 24 Zulhijjah 1442 / 03 August 2021

Tuesday, 24 Zulhijjah 1442 / 03 August 2021

Hari Santri di Agam Dipusatkan di Ponpes Thawalib Parabek

Jumat 23 Oct 2020 01:00 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Nashih Nashrullah

Hari Santri di Agam diperingati secara terbatas di Thawalib Parabek. Ilustrasi Santri

Hari Santri di Agam diperingati secara terbatas di Thawalib Parabek. Ilustrasi Santri

Foto: Republika/ Wihdan
Hari Santri di Agam diperingati secara terbatas di Thawalib Parabek.

REPUBLIKA.CO.ID, AGAM- Kabupaten Agam memusatkan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di  Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek, Kecamatan Banuhampu, Kamis (22/10).

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Agam mengadakan upacara terbatas sebagai bentuk peringatan HSN. Pelaksanaan upacara terbatas hanya diikuti 50 peserta dan juga dihadiri pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Agam. Kegiatan ini disiarkan dengan live streaming melalui media sosial pondok pesantren itu.

Baca Juga

Pada upacara ini,  Pjs Bupati Agam, Benni Warlis bertindak selaku inspektur upacara, sekaligus membacakan pidato Menteri Agama.

Dalam pidatonyo itu, Benni menyebut peringatan HSN tahun ini mengusung tema Santri Sehat Indonesia Kuat. 

"Isu sehat diangkat berdasar fakta bahwa dunia internasional, tak terkecuali Indonesia yang saat ini tengah dilanda pandemi covid-19," kata Benni.

Beni menjelaskan tema Santri Sehat Indonesia Kuat merupakan jawaban komitmen bersama dalam mendorong kemandirian dan kekhasan pesantren. Benni menyadari, pesantren adalah entitas yang rentan dengan penyebaran covid-19.

Keseharian dan pola komuniksi para santri yang terbiasa tidak berjarak antara satu dengan lainnya adalah model komunikasi islami, unik dan khas, rentan terhadap penularan virus.

Tapi hal itu menurut dia bukan berarti pesantren mampu menjadi contoh pengendalian covid-19. Karena pendidikan khas pesantren di mana-mana menurut Benni adalah penanaman kedisiplinan kepada santri.

"Modal utamanya adalah tradisi kedisiplinan yang selam ini diajarkan kepada para santri, keteladanan dan sikap kehati-hatian kiai serta pimpinan pesantren, karena mereka tetap akan mengutamakan keselamatan santrinya dibanding lainnya," ucap Benni.

Di Kabupaten Agam sudah berdiri dan beroperasi sebanyak 35 pondok pesantren. Jika dibandingkan dengan daerah lain di Sumbar, Kabupaten Agam bisa dibilang sebagai daerah yang paling banyak memiliki pondok pesantren.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA