Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Wisatawan Asing Tiba di Thailand Perdana Sejak Lockdown

Rabu 21 Oct 2020 11:31 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini

Keluarga berpose di Kebun Binatang Sriracha, Chonburi, Thailand, Jumat (12/6). Thailand sudah membuka kembali sejumlah tempat wisata dan akan melonggarkan perbatasannya agar turis bisa kembali masuk pascapandemi Covid-19.

Keluarga berpose di Kebun Binatang Sriracha, Chonburi, Thailand, Jumat (12/6). Thailand sudah membuka kembali sejumlah tempat wisata dan akan melonggarkan perbatasannya agar turis bisa kembali masuk pascapandemi Covid-19.

Foto: EPA
Thailand berupaya menghidupkan kembali pariwisata yang terpuruk akibat pandemi

REPUBLIKA.CO.ID, BANGKOK -- Thailand untuk pertama kalinya sejak lockdown atau karantina wilayah menerima 39 turis asing yang terbang dari Shanghai, Selasa (20/10). Hal itu dilakukan dalam langkah sederhana untuk menghidupkan kembali pariwisata Thailand yang terpukul oleh virus corona.

Dilansir laman Daily Sabah, para pengunjung yang tiba di Bandara Suvarnabhumi Bangkok adalah pelopor pertama dalam program "Visa Turis Khusus". Program itu dirancang untuk memulihkan selangkah demi selangkah sektor ekonomi yang menyambut hampir 40 juta pengunjung asing tahun lalu. Menurut beberapa perkiraan, sektor pariwisata Thailand tahun lalu menyumbang lebih banyak dari 10 persen dari produk domestik bruto (PDB) negara.

Baca Juga

Mendatangkan turis dari China adalah pilihan yang wajar. Thailand adalah salah satu tujuan luar negeri teratas untuk turis China pada 2019 ketika mereka menyumbang jumlah pengunjung terbesar ke Thailand berdasarkan kebangsaan.

Sama pentingnya adalah kemampuan China untuk mengendalikan infeksi virus corona baru, sangat kontras dengan sebagian besar belahan dunia lain yang mengirim pengunjung ke Thailand. Namun demikian, kebijakan baru Thailand ini tidak berarti para pengunjung dapat dengan bebas bepergian ke seluruh negeri. Visa Turis Khusus memiliki persyaratan yang ketat.

Berdasarkan rencana yang pertama kali disetujui oleh Kabinet Thailand pada September, yakni turis asing yang berkomitmen untuk tinggal setidaknya 30 hari akan mendapatkan visa 90 hari yang dapat diperpanjang dua kali. Setelah tiba, mereka harus tinggal di karantina yang disetujui pemerintah di hotel atau rumah sakit selama 14 hari dan menunjukkan konfirmasi bahwa mereka telah mengatur akomodasi jangka panjang. Para turis juga harus memiliki polis asuransi khusus dan menjalani pengujian virus sebelum keberangkatan.

Turis asing juga wajib mengunduh aplikasi pelacak virus corona resmi untuk digunakan selama mereka menginap. Siaran pers yang dikeluarkan oleh bandara mengutip salah satu manajer operasinya, Kittipong Kittikachorn, mengatakan bahwa bandara tersebut siap untuk wisatawan dengan sistem yang dapat menguji virus corona dan menawarkan hasilnya dalam waktu 90 menit. Dia mengatakan para pendatang harus melalui tiga pemindaian termal saat mereka melewati bandara.

"Kami dapat meyakinkan semua orang bahwa semua tindakan kami sistematis dan memenuhi standar internasional," kata Kittipong kepada The Associated Press (AP).

Anggota media tidak diizinkan untuk bertemu dengan turis yang datang. Setidaknya dua penerbangan lain dari China diperkirakan akan dilakukan akhir bulan ini.

Kementerian Pariwisata dan Olahraga Thailand memperkirakan sekitar 400 pengunjung asing tiba pada awal November. Penerbangan selanjutnya dapat mendarat di tujuan populer lainnya, seperti pulau resor selatan Phuket.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA