Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Manfaatkan Puskesmas untuk Pelacakan Kasus Covid-19

Rabu 21 Oct 2020 11:06 WIB

Red: Hiru Muhammad

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menunjukkan lengannya yang telah disuntikan vaksin usai menjalani uji klinis fase tiga vaksin Covid-19 di Puskesmas Garuda, Jalan Dadali, Kota Bandung, Senin (14/9). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto dan Kepala Kejati Jabar Ade Eddy Adhyaksa menjalani penyuntikan kedua sebagai relawan uji klinis fase tiga vaksin Covid-19. Foto: Abdan Syakura/Republika

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menunjukkan lengannya yang telah disuntikan vaksin usai menjalani uji klinis fase tiga vaksin Covid-19 di Puskesmas Garuda, Jalan Dadali, Kota Bandung, Senin (14/9). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto dan Kepala Kejati Jabar Ade Eddy Adhyaksa menjalani penyuntikan kedua sebagai relawan uji klinis fase tiga vaksin Covid-19. Foto: Abdan Syakura/Republika

Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Thailand sukses deteksi sejak dini penularan Covid-19 dengan berdayakan Puskesmas.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil selaku Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jawa Barat meminta masukan dari para ahli mengenai pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Dia melakukan telekonferensi video dengan Penasihat Senior Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Diah Satyani Saminarsih dan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Akmal Taherguna mendapat masukan mengenai pelaksanaan vaksinasi dan pengendalian penularan Covid-19.

"Kalau boleh, saya ingin mendapatkan ilmu dengan akurat dan cepat dari WHO tentang penyuntikan vaksin di wilayah Bodebek(Bogor-Depok-Bekasi)," katanya sebagaimana dikutip dalam siaran pers pemerintah provinsi pada Rabu (21/10).

"Jadi ketika saya memberikan informasi kepada masyarakat, saya bisa menjelaskan," kata Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil. Pemerintah pusat berencana melakukan vaksinasi pada 9,1 juta warga pada November hingga Desember 2020 dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengusulkan alokasi vaksin untuk tiga juta warganya di Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek), yang tingkat penularan virus corona tergolong tinggi.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat pekan ini berencana menggelar simulasi vaksinasi Covid-19 di Kota Depok untuk mengecek kesiapan petugas melaksanakan vaksinasi.

Penanggulangan Covid-19 Gubernur mengatakan bahwa pemerintah provinsi fokus mengatasi penularan Covid-19 di daerah-daerah dengan banyak kasus penularan virus corona. "Energi dan anggaran Jabar dalam jangka pendek (untuk penanggulangan Covid-19) akan fokus di Bodebek," katanya.

Prof Akmal menyarankan pemerintah memanfaatkan puskesmas untuk meningkatkan upaya pemeriksaan dan pelacakan kasus Covid-19 sebagaimana yang dilakukan  Pemerintah Thailand.Menurut dia, Thailand sukses mendeteksi sejak dini dan mencegah penularan Covid-19 dengan memberdayakan Puskesmas. "Jadi kami usulkan tracing(pelacakan) dan testing dilakukan di Puskesmas, karena kita belum memanfaatkannya. Apalagi jika kita ingin mempertahankan pelayanan dasar kesehatan," katanya.

Ia juga mengemukakan peran penting puskesmas dalam upaya pengendalian penularan virus Corona dan pelaksanaan pelayanan kesehatan masyarakat pada umumnya. "Investasi di puskesmas, layanan kesehatan dasar, akan menopang kesehatan suatu negara," kata Diah.

 

 

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA