Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Melania Trump Batuk Berkepanjangan, Batal Ikut Kampanye

Rabu 21 Oct 2020 08:29 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini

Melania Trump

Melania Trump

Foto: AP
Melania Trump sebelumnya dinyatakan telah sembuh dari infeksi Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Ibu negara Amerika Serikat (AS) Melania Trump membatalkan kampanye pertamanya karena batuk, pada Selasa (20/10) waktu setempat. Meski sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19, batuk yang dialami Melania berkepanjangan.

"Nyonya Trump terus merasa lebih baik setiap hari setelah sembuh dari Covid-19, tetapi dengan batuk yang berkepanjangan, dan karena sangat berhati-hati, dia tidak akan bepergian hari ini," kata juru bicaranya, Stephanie Grisham dalam sebuah pernyataan yang dikutip laman Anadolu Agency, Rabu (21/10).

Baca Juga

Pernyataan tersebut dikeluarkan beberapa jam sebelum Presiden AS Donald Trump dan ibu negara dijadwalkan menghadiri acara "Make America Great Again!" pada kampanye di Erie, Pennsylvania. Penampilan publik terakhir ibu negara adalah pada 29 September pada debat presiden pertama di Cleveland, Ohio. 

Dalam pernyataannya pekan lalu, ibu negara mengumumkan kesembuhannya. "Saya sangat beruntung karena diagnosis saya datang dengan gejala yang minimal, meskipun gejala itu mengenai saya sekaligus dan tampaknya menjadi gejala rollercoaster di hari-hari berikutnya. Saya mengalami nyeri tubuh, batuk, dan sakit kepala, dan merasa sangat lelah hampir sepanjang waktu," ujar Melania Trump dikutip laman Guardian.

Awal bulan ini, presiden mengatakan, dirinya dites positif Covid-19 bersama istrinya tidak lama setelah Hope Hicks, salah satu penasihatnya, dinyatakan positif. Presiden dirawat pada 2 Oktober di Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed di Maryland. Barron Trump, putra bungsu presiden, juga sempat dinyatakan positif mengidap penyakit itu pekan lalu.

Virus corona di AS telah menginfeksi hampir 8,2 juta orang. Sementara lebih dari 220 ribu jiwa telah meninggal karena virus yang bermuara dari Wuhan, China itu.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA