Selasa 20 Oct 2020 17:54 WIB

Antisipasi Libur Panjang, Yogyakarta Maksimalkan Monitoring

Pemulihan ekonomi dilakukan dengan menjalankan protokol kesehatan secara ketat

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Gita Amanda
Petugas membagikan masker kepada warga saat kampanye pemakaian masker di kawasan Malioboro, Yogyakarta, (ilustrasi).
Foto: ANTARA/Andreas Fitri Atmoko
Petugas membagikan masker kepada warga saat kampanye pemakaian masker di kawasan Malioboro, Yogyakarta, (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta maksimalkan pengawasan dan pengecekan terkait penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di sejumlah tempat. Mulai dari hotel, resto, kafe, warung hingga destinasi wisata dalam rangka mengantisipasi libur panjang pada akhir Oktober 2020 nanti.

"Kita mengkondisikan bahwa seluruh pelaku usaha dan masyarakat harus menjalankan protokol Covid-19. Makanya, sejak lama kami melakukan monitoring dan checking secara acak," kata Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi dalam pesan tertulisnya, Selasa (20/10).

Baca Juga

Hal ini dilakukan agar kasus Covid-19 tidak melonjak seperti pada Agustus 2020 lalu di Kota Yogyakarta. Bahkan, di tempat wisata seperti Malioboro, juga ditemukan kasus positif Covid-19 yang berawal dari pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di zona tiga Malioboro.

"Agustus lalu, pascalibur panjang ada lonjakan kasus yang tinggi. Makanya saat ini semua pelaku usaha di Malioboro, selain masker, juga pakai face shield. Kita buat suasana dan kondisi yang nyaman, tidak tegang dan menghibur," jelasnya.

Heroe menyebut, pengawasan dan pengecekan ini dilakukan agar pelaku usaha, terutama di sektor pariwisata dan masyarakat siap menyambut kedatangan wisatawan. Sebab, pada libur panjang nanti diperkirakan akan ada lonjakan wisatawan ke Kota Yogyakarta.

"Tujuannya siap untuk menyambut kedatangan wisatawan, agar warga aman, wisatawan juga nyaman. Sudah menjadi tekad kita bersama, pemulihan ekonomi dilakukan dengan menjalankan protokol kesehatan secara ketat di manapun dan kapanpun,"ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement