Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Viral Video Beruang di Kelok 35, BKSDA Agam Cek Lokasi

Selasa 20 Oct 2020 15:34 WIB

Red: Nidia Zuraya

Seekor anak beruang madu yang terperangkap di kebun warga (ilustrasi). Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam, Sumatera Barat, melakukan cek lokasi munculnya beruang madu atau Helarctos malayanus di Kelok 35 Baroco, Kecamatan Matur.

Seekor anak beruang madu yang terperangkap di kebun warga (ilustrasi). Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam, Sumatera Barat, melakukan cek lokasi munculnya beruang madu atau Helarctos malayanus di Kelok 35 Baroco, Kecamatan Matur.

Foto: Dok BKSDA Resor Pasaman
video tersebut diambil salah seorang warga di Kelok 35 Baroco, Jorong Kuok Tigo Koto.

REPUBLIKA.CO.ID, LUBUKBASUNG -- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam, Sumatera Barat, melakukan cek lokasi munculnya beruang madu atau Helarctos malayanus di Kelok 35 Baroco, Kecamatan Matur. Video kemunculan beruang madu ini sempat viral di media sosial beberapa hari lalu.

"Kami menurunkan tim untuk melakukan identifikasi lapangan dengan melihat tanda-tanda keberadaan beruang madu berupa jejak kaki, cakaran dan lainnya di lokasi munculnya beruang itu," kata Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Sumbar, Ade Putra di Lubukbasung, Selasa (20/10).

Sebelum identifikasi lapangan, tim melakukan klarifikasi kepada warga yang mengunggah video tersebut ke media sosial atas nama Erni Yanti (30). Dari keterangan warga itu, video tersebut diambil salah seorang warga di Kelok 35 Baroco, Jorong Kuok Tigo Koto, Nagari Matur Mudiak, Kecamatan Matur, sekitar 15 hari lalu dan beruang madu itu juga muncul satu pekan lalu di dekat rumahnya.

"Mendapatkan keterangan itu, kami langsung ke lokasi temuan itu dengan menelusuri lokasi," katanya.

Tim BKSDA Resor Agam tidak menemukan tanda-tanda beruang madu itu. Diduga beruang madu yang dilindungi Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, hanya melintas dan keluar dari hutan lindung dengan jarak satu kilometer dari lokasi.

"Kita mengimbau warga untuk waspada dan hati-hati saat berada di kebun," katanya.

Salah seorang warga Barico, Ela (38) mengatakan beruang itu berjalan di depan rumah saat pihaknya duduk bersama teman di depan rumah, Senin (5/10) sekitar pukul 13.47 WIB. "Beruang itu terlihat kebingungan dan kami langsung mengiringi dari belakang. Melihat kami, beruang langsung lari ke hutan di depan rumah," katanya.

Warga Baroco lainnya, Erni Yanti (30) menambahkan beruang itu bersuara di depan rumah setiap malam, sepekan lalu. Beruang itu juga tampak bersama anaknya sedang berada di pohon sawo di depan rumah saat mengambil buah.

"Anak saya langsung lari melihat beruang madu itu dan menyampaikan kepada saya bahwa ada monyet besar di depan rumah," katanya.

Dengan kemunculan beruang madu itu, pihaknya merasa takut diserang beruang madu itu. Sebelumnya beruang tidak pernah muncul di daerah itu dan baru kali ini muncul.




sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA