Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Tokoh Negosiator Palestina Saeb Erekat Pakai Ventilator

Senin 19 Oct 2020 15:47 WIB

Red: Nur Aini

Saeb Erekat

Saeb Erekat

Foto: AFP
Kondisi negosiator Palestina Saeb Erekat memburuk setelah terinfeksi Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Kepala negosiator Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Saeb Erekat, yang dirawat di sebuah rumah sakit di Israel akibat Covid-19, pada Senin (19/10) dipasangi ventilator karena kondisinya memburuk.

Erekat dilarikan ke Pusat Medis Hadassah Yerusalem pada Ahad (18/10) dari rumahnya di Tepi Barat, yang diduduki Israel. Ia dinyatakan positif mengidap virus corona pada 8 Oktober.

Baca Juga

Erekat, 65 tahun, dianggap sangat rentan terhadap penyakit tersebut karena ia menjalani transplantasi paru-paru di Amerika Serikat pada 2017, yang menekan sistem kekebalannya.

"Tuan Erekat tadi malam dalam keadaan tenang tetapi pagi ini kondisinya memburuk, dan sekarang dianggap kritis," kata juru bicara Pusat Medis Hadassah, Hadar Elboim.

"Karena gangguan pernapasan, beliau memakai ventilator dan ditempatkan dalam keadaan koma yang diinduksi secara medis," ujarnya.

Pernyataan itu menyebutkan bahwa Erekat juga sedang dirawat karena infeksi bakteri. Sebagai anggota Fatah, faksi paling kuat di PLO, Erekat selama beberapa dasawarsa menjadi salah satu wajah paling terkenal di antara pimpinan Palestina, terutama di hadapan khalayak internasional.

Erekat, yang juga sekretaris jenderal PLO, merupakan salah satu penasihat paling senior untuk Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Selain itu, ia pernah menjabat posisi teratas di bawah pendahulu Abbas, Yasser Arafat.

Sebagai pendukung solusi dua negara pada konflik Israel-Palestina, Erekat telah menjadi suara utama Palestina dalam menentang kebijakan pemukiman Israel di wilayah yang dicaploknya dalam perang Timur Tengah tahun 1967.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA