Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Mimpi Pertama Nabi Yusuf

Senin 19 Oct 2020 14:52 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Esthi Maharani

Nabi Yusuf AS (ilustrasi)

Nabi Yusuf AS (ilustrasi)

Foto: republika
Mimpinya merupakan pertanda Allah telah mempersiapkan Yusuf untuk menjadi nabi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Nabi Yusuf AS merupakan salah satu anak dari Nabi Ya’qub yang dilahirkan dari istrinya bernama Rahil. Yusuf adalah anak kesayangan Nabi Ya’qub AS. Sejak kecil tanda-tanda kenabiannya telah muncul. Oleh karena itu, Nabi Ya’qub AS selalu memberikan perhatian lebih terhadapnya. Hal ini yang memicu rasa iri dari saudara Yusuf lain.

Suatu ketika, Nabi Yusuf bermimpi  melihat sebelas buah bintang, matahari, dan bulan yang bersujud kepadanya. Sebagaimana yang dijelaskan dalam buku Kisah Bapak dan Anak dalam Alquran oleh Adil Musthafa Abdul Halim Allah berfirman dalam surat Yusuf ayat 4 hingga 6.

Artinya : “Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas buah bintang, matahari, dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.’ Ayahnya berkata, ‘Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, mereka membuat makar (untuk membinasakanmu). Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia. Demikianlah Tuhanmu memilih kamu (untuk menjadi Nabi) dan diajarkan-Nya kepadamu sebagian dari takwil mimpi-mimpi dan disempurnakan-Nya nikmat-Nya kepadamu dan kepada keluarga Ya’qub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada dua orang bapakmu sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui Lagi Maha Bijaksana.”

Kisah Nabi Yusuf dalam Alquran dimulai dengan menyebut mimpinya yang merupakan pertanda Allah telah mempersiapkan dia untuk mengemban tugas kenabian. Allah juga menjadikan mimpi sebagai peringatan tentang ketinggian posisi Nabi Yusuf. Jika dia mendapat kesulitan, dia tahu di balik kesulitan itu ada hasil yang baik.

Sementara sujudnya bintang, matahari, dan bulan yang dilihat dia dalam mimpi sebagai perumpamaan atas kemuliaan diri Nabi Yusuf AS.

Dari ayat-ayat tersebut dijelaskan Nabi Ya’qub AS meminta Yusuf untuk tidak menceritakan mimpinya kepada saudara-saudaranya agar jangan sampai saudara-saudara Yusuf melakukan tipu daya yang sangat cerdik untuk mencelakainya, sehingga Yusuf tidak mampu menahan tipu daya saudara-saudaranya itu. Nabi Ya’qub juga mengingatkan akan tipu daya yang dilakukan oleh setan menimpa Nabi Adam AS dan Hawa.

Sesungguhnya, setan selalu memanas-manasi hati manusia supaya merasa iri terhadap manusia lain dan membujuk manusia untuk melakukan kesalahan atau kejatan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA