Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

Italia Berlakukan Jam Malam untuk Cegah Kasus Covid-19

Senin 19 Oct 2020 12:57 WIB

Red: Nur Aini

Sejumlah orang menikmati makanan di sebuah restoran di distrik Trastevere selama fase dua masa pemulihan pandemi Covid-19, Roma, Italia, Senin (18/5). Italia secara bertahap mencabut kebijakan lockdown yang diterapkan untuk membendung penyebaran COVID-19.

Sejumlah orang menikmati makanan di sebuah restoran di distrik Trastevere selama fase dua masa pemulihan pandemi Covid-19, Roma, Italia, Senin (18/5). Italia secara bertahap mencabut kebijakan lockdown yang diterapkan untuk membendung penyebaran COVID-19.

Foto: EPA-EFE / ANGELO CARCONI
Kasus harian Covid-19 di Italia mencapai rekor baru 11.705

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte memberi wali kota kuasa untuk menutup lapangan publik mulai pukul 9 malam untuk menghentikan pertemuan saat ia meluncurkan paket tindakan lebih lanjut pada Ahad untuk mencoba menghentikan peningkatan tajam kasus Covid-19.

Ketika kasus harian di Italia mencapai rekor baru 11.705 pada Ahad, Conte mengatakan situasinya telah menjadi kritis tetapi pemerintahnya telah bertekad untuk menghindari terulangnya karantina yang diberlakukan saat awal krisis pada bulan Maret.

Baca Juga

"Situasinya kritis. Pemerintah ada tetapi setiap orang harus melakukan bagian mereka," katanya dalam konferensi pers.

Pemerintah juga meminta toko taruhan untuk tutup dari jam 9 malam dan menghentikan kompetisi olahraga amatir dan pameran lokal. Dia mengatakan pemerintah akan mempertimbangkan untuk menutup ruang olahraga dan kolam renang setelah pemeriksaan lebih lanjut pada protokol keamanan minggu ini.

Italia adalah negara pertama di Eropa yang terpukul parah oleh Covid-19 dan memiliki jumlah kematian tertinggi kedua di kawasan itu setelah Inggris, dengan 36.543 kematian sejak wabah berkobar pada Februari, menurut angka resmi.

Pihak berwenang telah berhasil mengendalikan sebagian besar penularan pada musim panas berkat penguncian nasional selama dua bulan, tetapi ketika gelombang kedua muncul, mereka telah memerintahkan tindakan baru. Hal itu termasuk mengenakan masker secara wajib di area publik dan pembatasan pada pertemuan publik serta restoran.

Kematian terkait Covid-19 pada Ahad (18/10) meningkat menjadi 69, naik dari 47 hari sebelumnya, kata kementerian, jauh lebih sedikit daripada pada puncak pandemi di Italia pada bulan Maret dan April, ketika kematian harian memuncak pada lebih dari 900. Pemerintah akan meningkatkan kerja cerdas dalam administrasi publik dan meminta sekolah menengah untuk menerapkan jadwal yang disesuaikan untuk menghindari kemacetan di transportasi umum.

Restoran dan toko makanan lainnya akan diizinkan untuk tetap buka hingga tengah malam, tetapi hanya akan dapat melayani pelanggan yang duduk setelah jam 6 sore. Tindakan yang lebih ketat telah diberlakukan di beberapa wilayah yang paling parah terkena dampak, termasuk Campania di sekitar Napoli, yang telah menutup sekolah selama dua minggu.

Sebagai bagian dari paket stimulus 40 miliar euro (Rp 690 triliun) baru yang disetujui pemerintah dalam anggaran 2021, Roma akan menyiapkan dana 4 miliar euro(Rp 69 triliun) untuk memberi kompensasi kepada perusahaan yang paling terpukul oleh pembatasan virus corona.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA