Sabtu 17 Oct 2020 21:21 WIB

BPBD Donggala: Warga yang Mengungsi Sudah Kembali ke Rumah

Warga yang masih tinggal di lokasi pengungsian, mereka yang rumahnya hanyut.

Lokasi pengungsian di Donggala (Ilustrasi).
Foto: Antara/Sahrul Manda Tikupadang
Lokasi pengungsian di Donggala (Ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Akris mengatakan sebagian besar warga yang mengungsi karena banjir bandang di dua kecamatan, kini sudah kembali ke rumah mereka.

"Ya sesuai data yang ada pada kami, pengungsi yang masih bertahan di beberapa titik tinggal sekitar 50 kepala keluarga (KK)," katanya kepada ANTARA di Banawa, Kabupaten Donggala, Sabtu malam.

Baca Juga

Akris mengatakan warga yang masih tinggal di lokasi pengungsian adalah mereka yang memang rumahnya hanyut terserer banjir bandang yang terjadi pada Kamis (15/10).

Namun, kata dia, tidak ada korban jiwa dalam kejadiatersebut, kecuali kerugian material yang hingga kini belum dapat dirinci karena masih dalam proses pendataan lapangan oleh instansi terkait.

Total warga yang mengungsi saat banjir memporak-porandakan 13 desa di Kecamatan Banawa Tengah dan Banawa Selatan tu sebanyak 200 kk. "Mereka mengungsi karena memang permukimanya terendam banjir," kata Akris.

Pascabencana banjir bandang yang melanda Banawa Tengah dan Banawa Selatan, berbagai bantuan untuk meringankan beban korban terus mengalir ke titik-titik posko pengungsi yang ada di desa dan kecamatan.

Selain berdampak terhadap permukiman warga, banjir bandang juga merusak infranstruktur jalan dan beberapa jembatan. "Tapi tetap masih bisa dilewati kendaraan," kata dia.

Pemerintah Kabupaten Donggala melalui dinas terkait segera membangun jembatan darurat di beberapa titik untuk kelancaran arus kendaraan dan distribusi bahan kebutuhan pokok bagi masyarakat di sejumlah desa.

"Tidak ada desa atau permukiman penduduk di dua kecamatan dilanda banjir bandang yang terisolir," kata dia.

Banjir bandang di Kabupaten Donggala dikarenakan intensitas hujan tinggi selama beberapa hari terakhir ini mengguyur sebagian besar daerah tersebut.

Selain karena tingginya curah hujan, kata Akris, juga sungai yang ada di dua wilayah itu telah mengalami pendangkalan sehingga perlu dinormalisasi.

Data sementara dari BPBD Donggala menyebutkan tujuh desa di Kecamatan Banawa Tengah terdampak banjir bandang pada 15 Oktober 2020, meliputi Desa Lumbudolo,Kola-Kola,Limboro,Powelua, Mekar Baru, Towale dan Lompo.

Sementara enam desa di Kecamatan Banawa Selatan adalah Desa Lumbutorondo,Bambarimi,Lumbumara dan Lembasada.

Jumlah warga terdampak di dua kecamatan itu tercatat 2.225 kk.

Sementara kerugian material terdata 2.225 unit rumah terendam banjir, tujuh rumah hanyut, tiga rusak sedang, tujuh buah jembatan rusak dan lima titik jalan longsor.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement