Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Kota Banjarmasin Kian Ramah Kantong Plastik

Jumat 16 Oct 2020 20:13 WIB

Red: Nora Azizah

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin mengklaim penggunaan kantong plastik di Kota Banjarmasin cenderung menurun (Foto: ilustrasi kantong ramah lingkungan)

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin mengklaim penggunaan kantong plastik di Kota Banjarmasin cenderung menurun (Foto: ilustrasi kantong ramah lingkungan)

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Penggunaan kantong plastik di Kota Banjarmasin terus menurun.

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN -- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin mengklaim penggunaan kantong plastik di Kota Banjarmasin cenderung menurun. Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kota Banjarmasin Dwi Naniek di Banjarmasin, Jumat (16/10), mengatakan, hal ini sesuai pendataan di sejumlah tempat setiap kecamatan, baik ritel modern hingga toko kecil.

"Kerjaan rutin DLH Banjarmasin setiap tahun untuk mendata sejauh mana pengurangan penggunaan kantong plastik itu berjalan," tuturnya.

Naniek menyebutkan, selalu terjadi peningkatan setiap tahunnya terhadap kebijakan yang diatur dalam Perwali nomor 18 tahun 2016 tentang larangan penggunaan kantong bagi ritel dan toko modern tersebut. Sebagaimana data per September tahun 2020 ini, ungkap dia, terdata sebanyak 341 ritel modern dan sembilan pasar tradisional sudah menerapkan pengurangan penggunaan kantong plastik.

Jika dilihat dari data tahun-tahun sebelumnya, ucap Naniek, angka di atas menunjukkan angka peningkatan signifikan. Dia merincikan, data pada tahun 2016 atau dimulainya aturan tersebut, yakni, terdapat 92 ritel modern yang menerapkan, kemudian tahun berikutnya 2017 meningkat menjadi 102 ritel moderen yang menerapkan pengurangan penggunaan kantong plastik.

Selanjutnya pada tahun 2018, naik lagi menjadi 112 ritel modern, dan tiga pasar tradisional. Selanjutnya pada 2019 naik lagi menjadi 220 ritel moderen diiringi enam pasar tradisional.

"Sekarang kan menjadi 341 ritel moderen dan sembilan pasar tradisional, jadi terus meningkat," ujarnya.

Naniek menambahkan, dalam pendataan kali ini pihaknya membagi tujuh tim dan menyebar di setiap kecamatan. Dia berharap, setiap tahunnya selalu terjadi peningkatan terhadap kepatuhan aturan ini, hingga sampah plastik di Banjarmasin turun signifikan.

Sebagaimana diketahui, Kota Banjarmasin yang memiliki penduduk sekitar 750 ribu jiwa setiap harinya memproduksi sampah hingga 600 ton. Di mana sebagian sampah dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih, sebagian lagi dikelola Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) lebih 10 titik dan sekitar 200 bank sampah.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA