Sabtu 17 Oct 2020 07:02 WIB

Ribuan Pelanggar Protokol Kesehatan Jalani Tes Swab

Sejak 1 hingga 14 Okteber secara komulatif 1.628 orang pelanggar yang jalani tes swab

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Hiru Muhammad
Seorang tenaga kesehatan yang mengenakan alat pelindung diri lengkap melakukan tes usap (swab test) COVID-19 pada warga di kawasan Pasar Keputran, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (17/9/2020). Pemerintah Kota Surabaya menyediakan 500 kuota tes usap secara gratis bagi warga Surabaya yang melintas di kawasan tersebut.
Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Seorang tenaga kesehatan yang mengenakan alat pelindung diri lengkap melakukan tes usap (swab test) COVID-19 pada warga di kawasan Pasar Keputran, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (17/9/2020). Pemerintah Kota Surabaya menyediakan 500 kuota tes usap secara gratis bagi warga Surabaya yang melintas di kawasan tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA--Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara mengingkapkan adanya 1.628 orang pelanggar protokol kesehatan di daerah setempat yang dilakukan tes swab di Puskesmas terdekat. Ribuan orang yang dites swab, kata dia, merupakan pelanggar yang kedapatan tidak mengenakan masker dan terjaring operasi Tim Swab Hunter Pemkot Surabaya, yang dilakukan sejak 1 hingga 14 Oktober 2020.

Febri mengatakan, sejak 1 hingga 14 Okteber secara komulatif ada 1.628 orang pelanggar yang dilakukan tes swab. Hasilnya 30 orang dinyatakan positif Covid-19, 1.439 orang negatif, dan 21 orang masih invalid. "Bagi yang positif langsung diisolasi di Asrama Haji dan RS Lapangan Indrapura," ujar Febri dikonfirmasi Jumat (16/10).

Febri mengatakan, untuk puluhan spesimen yang hasilnya invalid masih akan dilakukan tes swab ulang. Selagi menunggu jadwal swab ulang, 21 orang tersebut diminta isolasi mandiri di rumah masing-masing. "Sedangkan yang hasilnya invalid akan dilakukan tes swab ulang sambil isolasi mandiri," ujarnya.

Febri mengungkapkan, sesuai hasil evaluasi Tim Swab Hunter dari masing-masing kecamatan, tingkat kedisiplinan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan, utamanya mengenakan masker mulai ada kemajuan. Dimana para pelanggar yang kedapatan tidak bermasker, tidak sebanyak saat operasi di awal bulan lalu. Mereka juga diminta menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun.

"Alhamdulillah, dengan digencarkannya operasi Swab Hunter ini menjadikan kesadaran masyarakat dalam bermasker menjadi tinggi," kata dia.

Meski penularan Covid-19 di Surabaya mulai melandai, Febri mengimbau masyarakat agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan terutama memakai masker. "Karena obat Covid-19 paling efektif adalah disiplin pakai masker, tertib cuci tangan, dan menjaga jarak," ujarnya.

Sekadar diketahui, Tim Swab Hunter dibentuk mulai awal bulan Oktober 2020. Tim ini melakukan operasi yustisi prokes di berbagai wilayah baik itu di Kota Pahlawan, mulai Surabaya Barat, Surabaya Utara, Surabaya Timur, Surabaya Pusat, dan Surabaya Selatan.

Di masing-masing kecamatan, tim ini bergerak bersama Koramil dan Polsek untuk melakukan sosialisasi protokol kesehatan sekaligus menindak para pelanggar. Para pelanggar Prokes terutama yang tidak menggunakan masker itu langsung dilakukan tes swab di Puskesmas setempat.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement