Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Jacinda Ardern Beri Janji Terakhir Sebelum Pemungutan Suara

Jumat 16 Oct 2020 11:10 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Christiyaningsih

 Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern

Foto: AP Photo/Mark Baker
Jacinda minta masyarakat memberinya mandat untuk menjalani periode kedua

REPUBLIKA.CO.ID, WELLINGTON -- Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengucapkan janji terakhir sebelum pemungutan suara digelar pada Sabtu (17/10) besok. Ia meminta masyarakat memberinya mandat untuk menjalani periode kedua.

Ardern menggunakan pencapaiannya dalam menghilangkan virus corona di Selandia Baru dalam kampanye yang terakhir. Namun jajak pendapat terbaru menunjukkan tampaknya Partai Buruh yang dipimpin Ardern membutuhkan dukung Partai Hijau untuk dapat membentuk pemerintahan.

"Jika Anda menginginkan kecepatan, beri kami mandat yang kuat," kata Ardern dalam wawancara di Radio New Zealand, Jumat (16/19).

Sistem pemilihan mixed member proportional (MMP) Selandia Baru kerap menghasilkan pemerintahan koalisi. Jajak pendapat mengindikasi Partai Buruh dapat unggul dua digit dari oposisi mereka Partai Nasional.

Apabila Partai Buruh menang telak, maka tahun ini untuk pertama kalinya Selandia Baru dikuasai satu partai sejak sistem MMP diberlakukan pada 1996. MMP digunakan banyak negara, di mana pemilih memberikan suara untuk kandidat dan partai.

Koalisi Partai Buruh dan Partai Hijau akan menjadi koalisi sayap kiri pertama di Selandia Baru setelah satu dekade. Ketua Partai Nasional Judith Collins memperingatkan pajak akan meningkat dan pemerintah tidak akan ramah dengan bisnis.

Collins berpendapat dia orang yang paling tepat untuk mengatasi tantangan finansial pascapandemi. Ardern dan Collins berusaha menyakinkan pemilih yang belum memutuskan pilihan.

Kehidupan di Selandia Baru memang sudah berjalan normal tapi perbatasan masih ditutup. Sektor pariwisata masih tertatih-tatih. Para ekonom memprediksi Negeri Kiwi akan mengalami resesi panjang.

Ardern berjuang menghadapi kritikan yang menilai pemerintahannya gagal mengimplementasikan janji-janji mereka. Walaupun Ardern terkenal di pentas global dan dihormati di dalam negeri karena kepemimpinannya yang empatik selama krisis.

"Jika kami kami ingin apa yang kami lakukan terhadap kemiskinan anak-anak dan perubahan iklim tidak hanya berlangsung tiga tahun, saya harus memastikannya terus berlanjut," kata Ardern.

"Butuh waktu berpuluh-puluh tahun untuk diciptakan, saya butuh lebih dari tiga tahun untuk memperbaikinya," tambahnya.

Ardern meningkatkan taruhannya di debat televisi terakhir melawan ketua Partai Nasional Judith Collins. Ia berjanji akan pensiun dari politik apabila kalah. Collins mengatakan ia berharap dapat memenangkan suara dari 14 persen pemilih yang belum memutuskan.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA