Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Mohamed Elneny, Amunisi Meriam London

Jumat 16 Oct 2020 09:41 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Endro Yuwanto

Pemain Arsenal Mohamed Elneny

Pemain Arsenal Mohamed Elneny

Foto: REUTERS/Albert Gea
Elneny semakin memperkental nuansa Islam di skuat Arsenal.

REPUBLIKA.CO.ID, Ada banyak pesepak bola Muslim yang memperkuat klub besar Eropa. Sebagian muncul sebagai pemain penting bagi klubnya dan disegani lawan. Seperti gelandang Arsenal asal Mesir, Mohamed Elneny.

Elneny menjadi salah satu gelandang populer di dunia sejak didatangkan Arsenal pada musim panas 2016,. Perannya di lini tengah the Gunners di awal kedatangannya hingga beberapa musim cukup penting. Pelatih Arsenal saat itu, Arsene Wenger, paham bakat Elneny yang diharapkan memberikan dampak besar kepada tim.

Elneny lahir dari keluarga Muslim pada 11 Juli 1992, di El Mahalla El Kubra, Mesir. Riwayat perjalanan karier sepak bolanya dimulai bersama Mokawloon U-19. Dikutip dari Transfermarkt belum lama ini, pada 2008 ia hengkang ke El Ahly U-19. Kariernya di dunia internasional mulai terlihat ketika pada 2013 bergabung ke FC Basel. Sempat dipinjamkan ke El Mokawloon, ia kemudian dibeli Arsenal dari FC Basel pada Juli 2016.

Bergabung dengan tim besar Eropa membuat nama Elneny semakin dikenal. Namun performanya tak selamanya bagus. Apalagi setelah Arsene Wenger tak lagi melatih, perlahan ia tersingkir. Pemain 28 tahun itu kemudian dipinjamkan ke Besiktas pada 2019.

Kini Elneny kembali lagi ke Arsenal karena masa peminjamannya sudah habis. Namun ia memiliki tantangan berat lantaran pelatih Arsenal, Mikel Arteta, memiliki gelandang favorit. Dani Ceballos dan Thomas Partey adalah saingan Elneny di depan mata.

Namun Elneny yang sudah memainkan 314 laga dengan mencetak 16 gol dan 23 assist selama karier, tak gentar. Apalagi, selama di Arsenal ia mempersembahkan satu gelar Piala FA dan gelar Community Shield. Saat membela FC Basel, ia juga sempat mempersembahkan empat gelar Liga Super Swiss.

Masa depan Elneny di Emirates masih belum jelas. Namun sinyal bahwa ia akan kembali menjadi andalan Arteta terlihat. Pada awal musim ini, ia menjadi starter dalam tiga dari empat pertandingan Arsenal. Ia berjanji tak akan menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan Arteta.

Di masa kepelatihan Unai Emery, Elneny mengakui kehilangan kepercayaan diri karena jarang mendapatkan kesempatan bermain. Kepercayaannya kembali ketika mendapatkan menit bermain lebih banyak di Besiktas.

“Semua orang senang melihat saya kembali. Ketika saya berlatih, semua orang memberi saya umpan balik yang baik, dengan mengatakan 'Mo, Anda melakukannya dengan baik' dan ini membuat saya mendapatkan kepercayaan diri kembali,” kata Elneny dilansir Goal belum lama ini.

Elneny dikenal sebagai Muslim yang taat. Sejak bangun pagi dan menjalankan Shalat Subuh, ia selalu percaya mendapatkan hal-hal baru dalam hidup. Ia juga selalu bangun pagi untuk berlatih agar permainannya lebih meningkat lagi.

Kembalinya Elneny semakin memperkental nuansa Islam di skuat Arsenal. Pemain Muslim lain di Arsenal, yaitu Mesut Oezil, Granit Xhaka, Sead Kolasinac, dan Shkodran Mustafi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA