Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Mengenal Lebih Jauh Keto, Diet Terpopuler Tahun Ini

Kamis 15 Oct 2020 20:19 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Qommarria Rostanti

Diet keto (ilustrasi).

Diet keto (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com
Ada lebih dari 25,4 juta pencarian di mesin Google untuk diet keto.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Diet keto menjadi diet yang paling populer tahun ini. Dilansir di laman the Beet, Kamis (15/10), ada lebih dari 25,4 juta pencarian di mesin Google untuk diet keto.

Angka diet di Amerika mengalami peningkatan menjadi 58 persen. Sebanyak 32 persen di antaranya telah mencoba lebih dari tiga jenis diet berbeda.

Media sosial adalah tempat pertama para pelaku diet melakukan misi penurunan berat badan mereka. Dalam survei lain yang baru saja dirilis, sasaran teratas yang dikejar orang selama karantina pada masa pandemi Covid-19 yakni ingin lebih sehat atau mengikuti diet (57 persen), berolahraga (56 persen), dan memiliki sikap yang lebih positif (53 persen).

Menurut penelitian OnePoll untuk Nutrisystem, 53 persen dari 2.000 responden cenderung gagal dalam diet atau olahraga rutin. Menurut para ahli, diet keto sah saja, tetapi kebanyakan orang melakukan diet keto dengan makan lebih banyak daging merah atau olahan. Hal itu menjadi salah satu pendekatan yang paling tidak menyehatkan jantung untuk menurunkan berat badan.

Ahli memperingatkan, mengonsumsi makanan tinggi daging merah dan lemak jenuh meningkatkan risiko penyakit jantung. Orang yang melakukan diet keto berpotensi kehilangan semua nutrisi, vitamin, mineral, serat dan manfaat kesehatan dari pola makan nabati.

Diet keto mengikuti pola makan yang sangat rendah karbohidrat dan tinggi lemak. Tubuh belajar menggunakan lemak sebagai bentuk energi, tetapi itu tidak berarti bahwa orang harus makan makanan tinggi daging jika ingin mengambil pendekatan nabati. Faktanya, memipih nabati justru menjadi cara paling sehat dari diet keto.

Ahli pengobatan fungsional dr Will Cole, penulis Ketotarian, program diet Keto yang didominasi nabati mengatakan diet keto konvensional bisa sangat rendah konsumsi sayuran karena takut makan terlalu banyak karbohidrat. Namun, pada diet keto vegan, dapat fokus pada sayuran rendah pati seperti sayuran berdaun gelap. "Cara ini yang padat nutrisi dan berdampak lebih baik dalam jangka panjang," kata dia.

Pada diet keto, tujuannya adalah mengonsumsi tidak lebih dari 50 gram karbohidrat sehari. Jadi, mengonsumsi sayuran yang kaya akan antioksidan, nutrisi, dan vitamin, merupakan cara paling sehat. Menurut dr Andrew Freeman, seorang ahli jantung di National Jewish Health Denver, diet keto boleh saja, asalkan tidak anti dengan semua makanan sehat nabati yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan jantung.

Chef Suzi Gerber, yang merupakan penulis Gourmet Berbasis Tanaman, dan seorang ahli serta koki makanan nabati sehat, menyarankan asupan nabati untuk diet keto. Asupan itu seperti kacang-kacangan, sayuran hijau, maupun buah-buahan.

Kacang yakni berupa kemiri dan kenari mengandung karbohidrat yang cukup rendah. Kacang macadamia mungkin yang terbaik.

Sayuran hijau seperti  ayam dan brokoli memiliki kandungan rendah karbohidrat bersih. Begitu juga lada hijau. Pilih paprika hijau daripada kuning atau oranye atau merah untuk karbohidrat bersih.

Pengganti daging tanpa daging dan keju non-susu. Jika perlu mendapatkan minyak dalam jumlah yang cukup, ini adalah cara yang tepat. Jauh lebih mudah mendapatkan minyak dari daging tanpa daging dan keju non-susu daripada hanya dari sayuran saja.

Mentega mete dalam smoothie atau mentega almond dapat menjaga protein dan lemak yang tinggi. Buah alpukat yang punya lemak baik juga cocok untuk menemani diet keto. Adapun beberapa sayuran lain yang direkomendasikan, seperti seledri, bayam, asparagus, kubis, kembang kol, zucchini, kale, mentimun, dan kacang hijau.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA