Kamis 15 Oct 2020 18:56 WIB

PLN Ambil Bagian Bangun Industri Baterai Dalam Negeri

PLN akan terlibat dari hulu sampai hilir meski porsi utama di hilir

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Gita Amanda
Perusahaan Listrik Negara/PLN (ilustrasi). PLN akan terlibat dari hulu sampai hilir pengembangan industri baterai, meski memang porsi utama PLN adalah pengembangan di hilir.
Foto: Antara/Zabur Karuru
Perusahaan Listrik Negara/PLN (ilustrasi). PLN akan terlibat dari hulu sampai hilir pengembangan industri baterai, meski memang porsi utama PLN adalah pengembangan di hilir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah berencana untuk membangun industri baterai plat merah. Industri ini rencananya akan dimotori oleh BUMN MIND ID, Pertamina dan PLN.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Saril menjelaskan PLN akan mengambil bagian dari rencana pembangunan pabrik ini. Ia mengatakan PLN akan terlibat dari hulu sampai hilir, meski memang porsi utama PLN adalah pengembangan di hilir.

"Kita bersama sama dengan Pertamina dan MIND ID akan merealisasikan hal ini. Ini kesempatan luar biasa dari pemerintah sehingga ini menjadi pengembangan. Multiplier effect bisa kemana mana. Kita dengan adanya ini, bisa menekan impor minyak dan menggairkan industri dalam negeri. Ini bisa menghemat devisa dan juga untuk meningkatkan komponen dalam negeri," ujar Bob, Kamis (15/10).

VP Coorporate Communication PLN, Arsya Ghani Akmala Putri merinci rencana pembentukan pabrik baterai plat merah ini akan terbagi menjadi tiga sektor. Sektor hulu akan dimotori oleh PT. Aneka Tambang, namun PLN akan ikut berpartisipasti dalam percursor bahan dasar. Sedangkan di midstream, Pertamina akan menjadi leading sektor untuk battery cell dan battery pack.

"Pertamina menjadi leader (mayoritas) di battery cell dan battery pack untuk kendaraan listrik dengan partisipasi minor dari PLN, sedangkan PLN akan menjadi leader (mayoritas) yang fokus dalam pengembangan energy storage system, ev charging station dan power quality," ujar Arsya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement