Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Ancaman Kebakaran Makin Meningkat di Kalifornia

Kamis 15 Oct 2020 03:52 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Petugas pemadam kebakaran berusaha untuk menjaga agar api tidak melompati Angeles Crest Highway di Angeles National Forest di Utara Azusa, California, AS, Senin (21/9).

Petugas pemadam kebakaran berusaha untuk menjaga agar api tidak melompati Angeles Crest Highway di Angeles National Forest di Utara Azusa, California, AS, Senin (21/9).

Foto: EPA
Kondisi panas, kering, dan angin kencang di Kalifornia dapat memicu kebakaran

REPUBLIKA.CO.ID, KALIFORNIA - Kondisi panas, kering, dan angin kencang di seluruh wilayah Kalifornia memicu terjadinya kembali musim kebakaran terburuk dalam sejarah di negara bagian Amerika Serikat itu. Demikian para pejabat memperingatkan pada Selasa.

Angin kencang di wilayah utara Kalifornia dan panas ekstrem di wilayah selatannya menciptakan kondisi yang dapat memicu kebakaran hutan yang dimulai lebih awal di musim panas serta memicu kebakaran baru. Hal itu menyebabkan pihak otoritas negara bagian dan federal mendesak penduduk untuk bersiap.

Layanan Cuaca Nasional AS mengeluarkan peringatan suhu panas untuk sebagian besar Kalifornia Selatan karena suhu mencapai 90 derajat Fahrenheit (32 derajat Celcius). Badan tersebut meminta warga Kalifornia untuk berhati-hati dengan sumber api apa pun.

Departemen Kehutanan dan Perlindungan Kebakaran Kalifornia (Cal Fire) mengatakan angin kencang dan kelembapan rendah dapat meningkatkan kobaran api di Kalifornia Utara mulai Rabu.

"Sementara kemajuan yang baik telah dicapai pada sejumlah pemadaman kebakaran, peningkatan suhu panas ini dapat menghambat upaya penahanan kebakaran," kata Daniel Berlant, asisten wakil direktur Cal Fire, melalui Twitter pada Selasa.

"Artinya jika kebakaran baru terjadi, api itu akan dapat menyala dengan sangat cepat," cuitnya.

Perusahaan Gas dan Listrik Pasifik (PG&E) yang menyediakan listrik ke sebagian besar wilayah Kalifornia pada Senin mengatakan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan pemadaman listrik secara proaktif kepada sebanyak 50 ribu penduduk Kalifornia secepatnya pada Rabu untuk mengurangi risiko kebakaran.

Tahun ini, kebakaran telah menghanguskan lebih dari empat juta hektare hutan di Kalifornia, yakni dua kali lipat dari total lahan terbakar pada 2018 yang merupakan rekor tertinggi.

Lima dari enam kebakaran terbesar dalam sejarah negara bagian Kalifornia terjadi pada 2020. Kebakaran sepanjang tahun 2020 ini telah mengakibatkan 31 orang tewas dan lebih dari 9.200 bangunan hancur.

Musim gugur cenderung menjadi puncak musim kebakaran hutan di Kalifornia. Namun para pejabat negara bagian mengatakan musim kebakaran pada masa sekarang berlangsung semakin lebih lama setiap tahun.

Para ahli mengatakan kekeringan dan perubahan iklim akibat penggunaan bahan bakar fosil telah membuat hutan yang dikelola dengan buruk jauh lebih mudah terbakar, yang mengarah ke aktivitas kebakaran yang ekstrem.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA