Rabu 14 Oct 2020 16:11 WIB

Wagub Jabar Tinjau Warga Terdampak Banjir Bandang di Garut

Curah hujan deras menyebabkan kapasitas sungai di hulu tak kuat menampung.

Rep: Bayu Adji P / Red: Agus Yulianto
Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum meninjau warga terdampak banjir bandang di Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Rabu (14/10).
Foto: Republika/Bayu Adji P
Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum meninjau warga terdampak banjir bandang di Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Rabu (14/10).

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum meninjau langsung warga yang terdampak banjir bandang di Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Rabu (14/10). Selain melihat kondisi terkini, orang nomor dua di Jabar itu juga menyerahkan bantuan dari Pemprov Jabar.

Menurut dia, banjir bandang di wilayah selatan Kabupaten Garut itu sudah yang ketiga kalinya terjadi. Berdasarkan keterangan masyarakat, banjir bandang di wilayah itu terjadi setiap 10 tahun.

"Semua penyebabnya air yang dari gunung tidak terserap dengan baik, sehingga mengalir besar ke sungai dan meluber di hilir," kata dia, Rabu. 

Menurut dia, penyebab utama banjir bandang itu adalah hujan yang turun deras tak tertampung di wilayah hulu sungai. Artinya, daerah resapan air di wilayah sungai telah berkurang. 

Karena itu, dia berharap, masyarakat harus ikut berperan serta dalam penanggulangan bencana, tak hanya diam hingga terjadi bencana alam. "Masyarakat yang kami lihat seolah pasrah dengan hal itu," kata dia.

Uu menjelaskan, masyarakat harus ikut berperan untuk ikut melakukan antisipasi supaya tak terjadi bencana lagi. Dia mencontohkan, masyarakat harus memulai gerakan penanaman kembali hutan di wilayah hulu sungai, sehingga air hujan bisa terserap dulu sebelum mengalir di sungai.

Dalam kunjungan itu, Uu juga memberikan bantuan kepada warga terdampak bencana. "Bantuan ini juga dari pemkab, sehingga masyarakat dapat segera pulih," kata dia.

Bencana banjir bandang di Kabupaten Garut berdampak ke tiga kecamatan, yaitu Pameungpeuk, Cikelet, dan Cibalong. Sedikitnya, ribuan warga terdampak akibat kejadian itu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement