Rabu 14 Oct 2020 07:20 WIB

BPPT Gandeng Huawei Kembangkan Ekosistem Digital Indonesia

Kerja sama BPPT dan Huawei mencakup bidang kecerdasan artifisial, cloud dan 5G.

Kepala BPPT, Hammam Riza
Foto: Republika TV/Surya Dinata
Kepala BPPT, Hammam Riza

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengandeng Huawei untuk berkolaborasi dalam alih pengetahuan dan teknologi serta pengembangan ekosistem digital di Indonesia. Nota kesepahaman (MoU) kerja sama tersebut telah ditandagani belum lama ini.

Menteri Riset dan Teknologi Republik Indonesia, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, mengatakan bahwa kolaborasi triple helix antara akademisi, pemerintah, dan industri yang terjalin diharapkan dapat mendukung tercapainya tujuan ekonomi kreatif dan digital pada 2035 sebagai tahapan dalam mewujudkan visi Indonesia menjadi negara maju pada 2045.

Baca Juga

“Kami berharap kerja sama ini dapat menjadi cikal bakal upaya Indonesia untuk makin berdaya saing dalam Revolusi Industri 4.0 melalui inovasi di bidang sains dan teknologi, khususnya inovasi di bidang digital,” kata Menteri Bambang dalam siaran pers, Rabu (14/10).

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan bahwa melalui kerja sama ini, BPPT akan menerima manfaat dari alih pengetahuan dan teknologi yang dilakukan oleh Huawei di bidang kecerdasan artifisial, cloud dan 5G. Pengalaman panjang dan keberhasilan Huawei secara global dalam pengembangan serta penerapan teknologi-teknologi tersebut sangat bermanfaat sebagai acuan bagi dalam melakukan adopsi teknologi terdepan untuk mendukung kepentingan-kepentingan strategis.

“Selain akan berbagi pengalaman globalnya, Huawei juga akan terlibat dalam pengembangan kompetensi SDM di bidang kecerdasan artifisial, cloud dan 5G, serta terlibat dalam pembangunan ekosistem berbasis teknologi-teknologi tersebut untuk mendukung pertumbuhan industri digital Indonesia menuju pengembangan Indonesia Cloud System,” tambah Hammam.

Bagi Huawei kerja sama dengan BPPT merupakan bentuk kepercayaan yang diberikan Indonesia terhadap kepemimpinan Huawei dalam bidang pengembangan teknologi-teknologi terdepan, khususnya kecerdasan artifisial, komputasi awan, dan 5G.

“Kerja sama ini juga menjadi penegasan kesiapan Huawei dalam mendukung sinergi triple-helix yang telah menjadi misi serta komitmen BPPT untuk membangun Indonesia sebagai bangsa dan negara maju berbasis inovasi, serta dalam membentuk ekosistem Industri Teknologi Digital Nasional, melalui kerja sama alih pengetahuan dan teknologi,” kata CEO Huawei Indonesia, Jacky Chen.

Menurut Jacky Chen, misi dan komitmen BPPT tersebut selaras dengan semangat yang terus dibangun Huawei dalam bidang riset dan pengembangan inovasi. Huawei saat ini telah menjalin kemitraan global dengan lebih dari 300 perguruan tinggi dan lebih dari 900 lembaga riset di seluruh dunia untuk mendukung pengembangan inovasi yang berguna bagi terbangunnya dunia yang makin cerdas dan lebih baik di berbagai lini kehidupan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement