Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Depok Butuh Pemimpin yang Bisa Jalin Kerja Sama dengan Pusat

Selasa 13 Oct 2020 22:16 WIB

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Andi Nur Aminah

Paslon Pilkada Depok, Pradi-Afifah.

Paslon Pilkada Depok, Pradi-Afifah.

Foto: Istimewa
Pemimpin harus punya koneksi dan komunikasi yang bagus di level kota, provinsi, pusat

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Pembangunan Kota Depok tidaklah bisa berjalan sendiri dengan hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Untuk itu, Kota Depok butuh pemimpin yang mampu berkomunikasi dan menjalin kerja sama dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah lainnya terutama dengan Pemprov DKI Jakarta, Pemprov Jabar, Bogor, Bekasi dan Tangerang Selatan (Tangsel).

"Pemimpin harus memiliki koneksi dan komunikasi yang bagus di level kota, provinsi maupun pusat. Sehingga, mampu menjalin kerja sama guna membenahi Kota Depok menjadi lebih baik lagi," ujar Ketua DPD Partai Golkar Kota Depok, Farabi A Rafiq di Kota Depok, Selasa (13/10).

Baca Juga

Putra pedangdut legendaris Indonesia, A Rafiq ini mengatakan, saat ini ada dua pasangan calon (paslon) yakni Pradi Supriatna-Afifah Alia (Pradi-Afifah) dan Mohammad Idris-Imam Budi Hartono (Idris-Imam). Kedua paslon akan bertarung di Pilkada Kota Depok yang akan berlangsung pada 9 Desember 2020. 

"Saya menilai sosok calon Wali Kota Depok, Pradi Supriatna memiliki kemampuan berkomunikasi dan koneksi yang bagus di level kota, provinsi maupun pusat. Sosok pemimpin seperti Pradi yang dibutuhkan untuk membangun Kota Depok," tegas Farabi. 

Dia menuturkan, seorang pemimpin harus mampu menjalin komunikasi dengan siapa pun, apalagi seorang wali kota. Selama ini lambannya pembangunan infrastruktur, seperti jalan dan sekolah di Kota Depok ditenggarai karena kurang komunikatifnya wali kota dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi. Padahal, urusan jalan-jalan utama di Kota Depok, jalan nasional dan jalan provinsi, termasuk pembangunan sekolah berkaitan erat dengan anggaran dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat. "Anggaran untuk pembangunan kota sumbernya selain dari pendapatan daerah juga ada dari pusat dan provinsi," tegasnya.

Politikus yang juga berprofesi sebagai dokter spesialis anak ini melanjutkan, untuk pembangunan jalan memang Kota Depok tidak bisa sendirian, karena ada jalan nasional dan provinsi. Tapi bukan berarti semata-mata menunggu dari provinsi dan pusat. Harus ada pengajuan dan komunikasi yang baik antara pemkot dengan pemprov dan pusat.

"Saya rasa dengan pengalamannya dan kedekatan dengan siapa pun, Pradi bisa menjadi solusi. Apalagi Pradi memiliki kemampuan komunikasi yang baik ke provinsi dan pusat. Selain itu, koalisi partai-partai akan memudahkan komunikasi dengan provinsi dan pusat," jelas Farabi.

Farabi yang membawa Partai Golkar bersama Gerindra, PDIP, PKB, PAN dan PSI mengusung paslon Pradi-Afifah ini menyoroti perihal kurangnya pembangunan sekolah negeri setingkat SMA. Termasuk belum adanya Madrasah Aliyah Negeri (MAN). Kota Depok baru memiliki satu Madrasah Tsanawiyah Negeri di Kota Depok yang memiliki jargon Kota Religius.

"Kembali lagi ini masalah komunikasi dengan pemprov dan pusat. Kehadiran MAN di Kota Depok juga bisa menjadi pilihan bagi warga Kota Depok. Karena sekolah Islam terpadu kan cukup mahal," ujarnya.

 
 

BERITA LAINNYA