Monday, 28 Ramadhan 1442 / 10 May 2021

Monday, 28 Ramadhan 1442 / 10 May 2021

Pasien Covid-19 di Lampung Tambah 24 Kasus, Wafat 2 Orang

Selasa 13 Oct 2020 17:55 WIB

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Yudha Manggala P Putra

Pengecekan pasien dengan metode polymerase chain reaction atau PCR (ilustrasi).

Pengecekan pasien dengan metode polymerase chain reaction atau PCR (ilustrasi).

Foto: AP Photo/Gerald Herbert
Total kasus positif Covid-19 di Lampung menjadi 1.171 orang pada Selasa (13/10)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi Lampung bertambah 24 kasus menjadi 1.171 orang pada Selasa (13/10). Sedangkan pasien positif yang meninggal dunia bertambah 2 orang, dan pasien sembuh tambah 21 orang.

Penambahan 24 kasus baru tersebut, berasal dari Kabupaten Lampung Utara 9 orang, Kota Bandar Lampung 6 orang, Tulangbawang Barat 5 orang, Pesawaran 3 orang, dan Lampung Selatan 1 orang. Sedangkan pasien positif yang meninggal dunia bertambah 2 orang yakni dari Kota Bandar Lampung dan Pesawaran.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Lampung dr Reihana mengatakan, angka reproduksi efektif Covid-19 di Lampung masih belum stabil berada di bawah angka 1. Pada Senin (12/10), angka reproduksi efektif berkisar 0,35 sampai 1,37.

“Belum stabil di bawah angka 1. Dalam arti, pandemi Covid-19 di Lampung belum dapat dikendalikan sepenuhnya,” kata Reihana, yang juga kepala Dinkes Lampung, Selasa (13/10)

Dia menyebutkan, angka kesembuhan pasien positif Covid-19 mencapai 71 persen. Sedangkan pasien positif yang sembuh pada Selasa (13/10) mencapai 21 orang.

Saat ini, dia mengatakan dari 36 rumah sakit rujukan Covid-19 di Lampung, tersedia 404 tempat tidur, sedangkan yang telah diisi pasien positif 153 tempat tidur. Masih tersisa sebanyak 251 tempat tidur.

Rumah sakit tersebut juga menyediakan tempat tidur dengan ventilator di ruang isolasi bertekanan negative delapan tempat tidur, dan ventilator biasa 15 tempat tidur.

Berdasarkan data Dinkes Lampung, dari 15 kabupaten/kota di Lampung terdapat tiga daerah berstatus zona oranye artinya risiko kenaikan kasus sedang. Tiga daerah tersebut yakni Kota Bandar Lampung, Metro, dan Lampung Tengah.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA