Senin 12 Oct 2020 19:55 WIB

LazisMU Salurkan Nilai Manfaat CWLS

LazisMU sekaligus memberikan literasi kepada masyarakat

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Gita Amanda
(ilustrasi) logo lazismu muhammadiyah
Foto: tangkapan layar filantropi indonesia
(ilustrasi) logo lazismu muhammadiyah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- LazisMU bermitra dengan BRI Syariah untuk menyalurkan nilai manfaat dari Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS). Ketua Badan Pengurus LazisMU Hilman Latief menyampaikan sejumlah program yang telah disiapkan.

"Sejumlah program yang telah disiapkan merupakan program-program yang sudah dilaksanakan sebelumnya," katanya kepada Republika, Senin (12/10).

Sejumlah program tersebut diantaranya program pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi. Hilman mengatakan nilai manfaat dari kupon Sukuk Wakaf tersebut akan menambah dana untuk program-program yang sudah berjalan tersebut.

Seperti dalam program pendidikan berupa beasiswa dari sekolah tingkat dasar hingga universitas, bantuan untuk guru pendidik, hingga bantuan untuk infrastruktur sekolah di seluruh Indonesia. Selain itu program kesehatan berupa pengadaan ambulans di wilayah yang membutuhkan. Juga program ekonomi yang sejauh ini sudah diterima ratusan penerima manfaat.

Hilman mengatakan LazisMU sebelumnya telah melaksanakan program sosial dari dana zakat, infak, dan sedekah masyarakat. Kemudian, LazisMU juga melaksanakan program seperti wakaf yang tercatat sebagai infaq terikat.

Baru-baru ini LazisMU telah mendapatkan izin sebagai nadzir secara kelembagaan meski pelaksanaannya sudah berjalan sejak lama. Mulai dari aktivitas pengelolaan lahan sesuai dengan permintaan orang yang menitipkannya, seperti dibuatkan masjid, madrasah, dan lainnya.

"Nilai manfaat dari CWLS ini akan kami gunakan sebagai tambahan," katanya.

Hilman menambahkan, sebagai lembaga filantropi Islam, LazisMU juga sekaligus memberikan literasi pada masyarakat. Ia menyadari pemahaman terkait wakaf masih sangat rendah sehingga pemasaran produk ini sekaligus bisa jadi ajang edukasi dan sosialisasi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement