Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Pasien Covid 19 di Cilacap Melonjak

Ahad 11 Oct 2020 17:20 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Andi Nur Aminah

Ilustrasi Covid-19

Ilustrasi Covid-19

Foto: Pixabay
Tambahan terbanyak, dari hasil pemeriksaan tes PCR santri salah satu pesantren.

REPUBLIKA.CO.ID, CILACAP -- Jumlah pasien Covid 19 di Kabupaten Cilacap, mengalami lonjakan tajam. Dibanding awal pekan kemarin, jumlah pasien positif mengalami lonjakan hingga ratusan orang. Tambahan terbanyak, berasal dari hasil pemeriksaan tes PCR para santri di salah satu pesantren di Kecamatan Majenang yang kebanyakan ternyata positif. "Hasil pemeriksaan PCR santri di Majenang ini, kebanyakan memang positif," jelas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, dr Pramesti Giriana Dewi, Sabtu (10/10).

Menyusul temuan ini, Gugus Tugas Covid 19 Banyumas memutuskan untuk melakukan tes swab massal lanjutan di pesantren tersebut. Swab massal rencananya akan dilakukan mulai pekan ini.

Baca Juga

Untuk mendukung pelaksanaan swab massal, Gugus Tugas Cilacap menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Antara lain dengan mobile PCR Provinsi Jawa Tengah, laboratorium UGM, laboratorium Pertamina Cilacap, dan juga memaksimalkan kapasitas laboratorium PCR di RSUD Cilacap. "Rencananya, kami melakukan tes swab pada sekitar 1.100 orang," jelasnya.

Pada akhir pekan lalu, Satgas Covid-19 Cilacap telah menswab sekitar 245 santri di pesantren yang ada di Majenang. Langkah swab ini diambil setelah diketahui ada lima santri bergejala, yang hasil tes PCR-nya ternyata positif.

Dari hasil swab massal itu, sebanyak 121 santri dipastikan positif Covid-19. Dari jumlah tersebut, 16 santri yang mengalami gejala sehingga dirawat di rumah sakit. Sedangkan santri lainnya tidak menunjukkan gejala sakit sehingga hanya dikarantina di gedung sekolah MA yang ada di pesantren tersebut.

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji sebelumnya juga menjelaskan, selain ada klaster pesantren dari pesantren di Majenang, juga ada tambahan enam warga yang positif Covid 19. Selain itu, dia juga mengaku menerima laporan adanya dua pasien terkonfirmasi Covid-19 yang meninggal.

Kedua pasien meninggal yang hasil tes PCRnya baru diterima, terdiri dari seorang perempuan berusia 65 tahun warga Kecamatan Cilacap Selatan yang meninggal pada tanggal 4 Oktober, dan perempuan 58 tahun warga Kecamatan Cilacap Tengah yang meninggal 7 Oktober lalu.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA