Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Dokter: Trump tidak Berisiko Menularkan Virus Covid-19

Ahad 11 Oct 2020 11:15 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nidia Zuraya

Presiden AS Donald Trump

Presiden AS Donald Trump

Foto: AP Photo/Alex Brandon
Trump dirawat di rumah sakit pada 2 Oktober untuk perawatan Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump muncul ke hadapan publik kembali sejak didiagnosa Covid-19, Sabtu (10/10) sore waktu setempat. Dokter Trump, Sean Conley mengatakan, presiden tidak lagi memiliki risiko menularkan virus Covid-19.

"Trump menjalani tes pada Sabtu yang menunjukkan bahwa dia tidak lagi menjadi risiko penularan ke orang lain," ujar dokter Trump, Sean Conley dalam sebuah pernyataan. Menurut Conley, berbagai tes yang diambil oleh presiden menunjukkan tidak ada lagi bukti mereplikasi secara aktif untuk virus.

Kendati demikian, gedung Putih belum memberikan komentar mengenai apakah pernyataan Conley menunjukkan bahwa presiden telah dites negatif untuk virus korona atau masih positif. Berdiri sendiri dan tidak mengenakan masker, presiden AS itu berbicara dari balkon Gedung Putih pada Sabtu sore.

Itu merupakan layakan publik pertamanya sejak didiagnosa dengan penyakit yang sangat menular. Trump dirawat di rumah sakit pada 2 Oktober untuk perawatan Covid-19, dan kembali ke Gedung Putih pada Senin.

Trump mendesak kerumunan ratusan pendukung yang sebagian besar berkulit hitam dan Latin, sebagian besar memakai masker. Namun tidak menghormati pedoman jarak sosial. Dia menyapa pendukung untuk membantu mendapatkan suara dalam pemilihan presiden 3 November.

Trump berencana untuk melakukan perjalanan ke Florida, Pennsylvania, dan Iowa, masing-masing pada Senin, Selasa, dan Rabu untuk kampanye. "Saya merasa luar biasa," kata presiden kepada orang banyak.

Berbicara dengan tegas dan tanpa ragu-ragu, Trump menyampaikan pidato kampanye yang lebih pendek dari biasanya. Dia memuji rekornya dalam memerangi kejahatan dan meningkatkan ekonomi AS, sambil mengecam Demokrat ketika para pendukungnya bersorak. Perban berwarna coklat terlihat di tangan kanannya.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA