Sabtu 10 Oct 2020 22:39 WIB

Haruskah Muslim Takut Hadapi Datangnya Hari Kiamat

Hari Kiamat akan dilewati setiap orang tak terkecuali Muslim.

Rep: Andrian Saputra/ Red: Nashih Nashrullah
Hari Kiamat akan dilewati setiap orang tak terkecuali Muslim. Ilustrasi kiamat
Foto: EPA
Hari Kiamat akan dilewati setiap orang tak terkecuali Muslim. Ilustrasi kiamat

REPUBLIKA.CO.ID, Kondisi ketakutan berlebih akan terjadinya bencana justru mengindikasikan bahwa orang itu mengalami gangguan pada kejiwaannya.

Lebih dari itu, juga menandakan lemahnya keimanan terhadap kekuasaan Allah SWT. Padahal setiap kejadian yang menimpa makhluk telah digariskan Allah. 

Baca Juga

مَاأَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ ۚ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

“Tidak ada suatu musibah pun menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Mahamengetahui segala sesuatu,” (QS At-Taghabun ayat 11).  

Orang yang mengalami ketakutan berlebih akan terjadinya bencana bahkan dapat berperilaku abnormal dengan menyiapkan berbagai hal secara berlebihan agar selamat dari bencana.  

Bagi umat Islam, informasi tentang kejadian-kejadian maha dahsyat sudah diberitahukan baik dalam Alquran maupun hadits. Termasuk yakni peristiwa hancurnya alam semesta beserta isinya atau yang hari kiamat. Bahkan meyakini akan datangnya hari kiamat adalah wajib bagi seorang mukmin.  

Tetapi informasi tentang kiamat tidak lantas membuat seorang Muslim dihantui ketakutan menjalani hidup. Melainkan sebagai pengingat untuk senantiasa memeperbanyak amal saleh dan meningkatkan ketakwaan. 

Sebab sejatinya tak akan ada satu makhluk pun yang akan lolos dari kematian. Sedangkan hanya orang-orang yang beriman, bertakwa dan beramal saleh yang akan dapat selamat dari kehidupan yang kekal setelah kematian.

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada kami kamu dikembalikan,” (QS Al Ankabut: 57).  

Informasi tentang potensi gempa dan tsunami seperti yang diungkapkan dalam hasil riset baru-baru ini lebih baik disikapi dengan sudut pandang positif dan optimis, yakni menjadi pemantik untuk meningkatkan literasi tentang ilmu bumi serta meningkatkan pemahaman dan kemampuan dalam melakukan mitigasi bencana alam. 

Di samping itu pada sisi spiritual, menambah keimanan sehingga mendorong untuk terus melakukan amal saleh dan mencegah kemungkaran. Sebab bisa jadi datangnya sebuah bencana dikarenakan kezaliman yang terus berlangsung dan kelalaian akan perintah Allah SWTL   

“Sesungguhnya manusia apabila melihat kezaliman dan tidak berusaha mencegahnya maka akan dikhawatirkan Allah akan meratakan azabnya,” (HR. Abu Daud). Selain itu melakukan tobat dari segala dosa dengan senatiasa beristighfar. وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

“Tetapi Allah tidak akan menghukum mereka selama engkau (Muhammad) berada di antara mereka. Dan, tidaklah pula akan menghukum mereka sedangkan mereka masih memohon ampunan,” (QS Al-Anfal; 33).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement