Tuesday, 6 Zulhijjah 1443 / 05 July 2022

Presiden China Ingin Perkuat Hubungan dengan Korut

Sabtu 10 Oct 2020 19:05 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un bersalaman dengan Presiden Cina Xi Jinping saat bertemu di Beijing, Rabu (28/3).

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un bersalaman dengan Presiden Cina Xi Jinping saat bertemu di Beijing, Rabu (28/3).

Foto: CCTV via AP Video
Presiden China Xi Jinping menyatakan niat memperkuat hubungan dengan Pyongyang

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL - Presiden China Xi Jinping, melalui pesan ucapan selamat hari jadi partai berkuasa Korea Utara kepada Kim Jong Un, mengutarakan niatnya untuk memperkuat hubungan dengan Pyongyang. Demikian dilaporkan media pemerintah Korut pada Sabtu.

"Kami berniat untuk mempertahankan, mengonsolidasikan, serta mengembangkan hubungan China-Korea bersama dengan rekan Korea dan mendukung perkembangan yang stabil dan berlangsung lama dari tujuan sosialis kedua negara," demikian laporan menurut Kantor Berita Korut KCNA yang mengutip Presiden Xi.

Baca Juga

Sabtu menandai hari jadi ke-75 tahun berdirinya Partai Buruh Korea berkuasa. Sejumlah acara diperkirakan akan menyuguhkan parade militer besar-besaran, yang mungkin menampilkan beberapa rudal balistik jarak jauh Korut untuk pertama kali sejak 2018.

Xi mengaku merasa "sangat senang" dengan pencapaian Korut dalam beberapa tahun belakangan ini melalui keterlibatannya dengan negara asing dalam menghadapi kesulitan serta tantangan, lapor KCNA.

Setelah melewati hubungan dingin selama bertahun-tahun, pada saat China bergabung dengan Amerika Serikat dan negara-negara lainnya dalam menjatuhkan sanksi terhadap Korut atas program senjata nuklir dan rudal balistik miliknya, Xi dan Kim bertemu lima kali selama 2018-2019.

Pergerakan-pergerakan diplomatik Korut mencakup pertemuan Kim dengan Presiden AS Donald Trump. Korut mengklaim tidak mencatat kasus terkonfirmasi Covid-19, penutupan perbatasan yang ketat, serta penerapan langkah-langkah lain untuk mencegah wabah semakin menekan ekonominya, yang sangat bergantung pada perdagangan dengan China.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA