Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Pandemi, Permintaan Vitamin Meningkat Lebih dari 100 Persen

Jumat 09 Oct 2020 07:02 WIB

Red: Fernan Rahadi

Seorang petugas merapikan obat-obatan di salah satu apotek (ilustrasi).

Seorang petugas merapikan obat-obatan di salah satu apotek (ilustrasi).

Foto: Republika/Wihdan Hidayat
mClinica dan Century bekerja sama dengan jasa pengiriman Lalamove.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejak pandemi dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta diberlakukan, permintaan obat dan vitamin mengalami pelonjakan yang signifikan. Belum tersedianya vaksin Covid-19 yang saat ini masih dalam tahap pengujian membuat obat-obatan dan vitamin menjadi andalan masyarakat untuk menjaga kesehatan di tengah pandemi selama PSBB.

Industri farmasi pun terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan menggenjot pengadaan persediaan dan pengiriman obat. Di sisi lain, suplai yang terbatas, pendistribusian yang tidak merata, serta kecepatan pengiriman menjadi kendala bagi banyak perusahaan farmasi baik untuk pengiriman ke apotek maupun ke konsumen.

Menurut perusahaan teknologi kesehatan mClinica, peningkatan permintaan obat dan vitamin mencapai lebih dari 100 persen apabila dibandingkan dengan sebelum pandemi. Berdasarkan survei yang dilakukan, permintaan yang tinggi ini salah satunya disebabkan oleh banyaknya masyarakat yang merasa lebih nyaman dan aman untuk membeli obat dari apotek alih-alih berobat ke rumah sakit. Dengan diberlakukannya PSBB, kebanyakan orang lebih memilih untuk melakukan konsultasi kesehatan secara daring, sementara obat-obatannya dikirim dari apotek ke tempat tinggal.

Hal yang sama pun diutarakan oleh perusahaan farmasi Century. Menurut Regional Operations Manager Century Syarmini, permintaan obat-obatan, vitamin, dan hand sanitizer meningkat drastis sejak ditetapkannya PSBB. Walaupun sempat kembali normal, diberlakukannya PSBB jilid 2 di Jakarta membuat permintaan kembali meningkat. 

Bersamaan dengan meningkatnya permintaan, vaksin yang dikabarkan baru akan tersedia di tahun depan membuat perusahaan farmasi dan apotek harus terus siap dalam menyediakan obat-obatan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Untuk dapat melayani kebutuhan tersebut selagi menunggu vaksin tiba, Century sudah mempersiapkan mulai dari suplai, operasional, maupun logistik. 

Sementara dari sisi pengadaan suplai medis, mClinica mengembangkan SwipeRx untuk mendigitalisasi sistem distribusi obat untuk membantu ahli farmasi dan apoteker lokal. Melalui platform ini, apotek dan ahli farmasi dapat melakukan pengadaan ulang stok dengan lebih mudah dan transparan.

Untuk mempercepat mata rantai distribusi dan mengakomodasi pemenuhan permintaan yang meningkat, mClinica dan Century bekerja sama dengan jasa pengiriman Lalamove. Melalui pengiriman on-demand Lalamove, kedua perusahaan dapat meningkatkan kapasitas dan kecepatan pengiriman sesuai dengan kebutuhan apotek dan konsumen.

Dari sisi pendistribusian ke apotek, permintaan yang meningkat berarti dibutuhkan armada yang lebih besar untuk mengirimkan kebutuhan tiap apotek. Terlebih lagi, jumlah pengiriman yang perlu dilakukan setiap harinya juga bervariasi. Armada Lalamove yang beragam mulai dari kendaraan bermotor, mobil, van, pick up, hingga engkel memungkinkan mClinica untuk menyesuaikan pendistribusian sesuai dengan permintaan tanpa perlu mengorbankan waktu pengiriman. 

Fitur multi-stop Lalamove juga membantu mClinica melakukan pengiriman kebutuhan medis ke 80-100 apotek setiap harinya dengan efisien baik dari segi waktu maupun tenaga kerja. Menurut Logistics Manager mClinica Aditya Wicaksono, pengiriman on-time mClinica meningkat dari 60 persen hingga 95 persen melalui kerja sama dengan pengiriman on-demand Lalamove.

“Delivery on-demand sangat cocok dengan model bisnis kita dimana pengiriman yang kita butuhkan setiap harinya menyesuaikan dengan di hari itu. Lalamove memberikan kriteria-kriteria yang kita butuhkan untuk pengiriman kita baik dari segi on-demand delivery-nya, tim support yang responsif, dan tarif yang kompetitif,” ungkap Aditya. 

Sementara dari sisi pengiriman ke konsumen, kendaraan roda dua Lalamove memungkinkan Century untuk memenuhi permintaan konsumennya secara efisien melalui sistem pada aplikasi dan website. Apalagi, terkadang ada obat yang harus dikirim sesegera mungkin ke konsumen. Selain itu, fitur round-trip Lalamove juga memungkinkan Century untuk tetap menerapkan sistem pembayaran menggunakan mesin electronic data capture (EDC) bahkan saat melakukan pengiriman. 

“Ketepatan waktu pengiriman dan kurirnya yang selalu tersedia membuat proses pengiriman barang kami jadi lebih efisien. Sistemnya pun praktis sehingga juga memudahkan kita,” jelas Syarmini.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA