Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Penyandang Diabetes Tipe 2 Disarankan tidak Bergadang

Jumat 09 Oct 2020 01:39 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Penyandang diabetes tipe 2 disarankan tak membiasakan diri untuk bergadang.

Penyandang diabetes tipe 2 disarankan tak membiasakan diri untuk bergadang.

Foto: Piqsels
Penyandang diabetes tipe 2 direkomendasikan tidur lebih awal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyadang diabetes mellitus (DM) tipe 2 mungkin perlu mulai membiasakan diri untuk tidur malam lebih dini. Penyandang DM tipe 2 yang terbiasa menjadi "manusia kalong" cenderung memiliki risiko masalah kesehatan yang lebih besar.

Hal ini terungkap dalam sebuah studi yang menelisik bagaimana jam tidur memengaruhi kecenderungan aktivitas fisik penyandang DM tipe 2. Studi ini melibatkan 600 penyandang DM tipe 2 yang diminta untuk mengenakan alat tracking (pemantauan) selama satu pekan.

Alat tracking ini berfungsi untuk merekam waktu dan intensitas aktivitas yang dilakukan para penyandang DM tipe 2. Aktivitas ini meliputi tidur, istirahat, dan aktivitas fisik atau olahraga.

Hasil studi menunjukkan bahwa penyandang DM tipe 2 yang terbiasa tidur lebih larut dan bangun lebih siang cenderung melakukan aktivitas fisik yang lebih sedikit. Kurangnya aktivitas fisik dapat memberi dampak buruk bagi kesehatan penyandang DM tipe 2

"(Penyandang DM tipe 2) yang terbiasa tidur terlalu malam cenderung melakukan olahraga 56 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang terbiasa tidur dan bangun lebih cepat," jelas peneliti dari University of Leicester Dr Joseph Henson, seperti dilansir Health24.

Olahraga merupakan kebiasaan yang penting dijaga bagi semua orang, termasuk penyandang diabetes. Olahraga yang teratur dapat membantu menjaga berat badan sehat serta tekanan darah. Selain itu, olahraga juga dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung.

Peneliti dari University of South Australia Dr Alex Rowlands mengatakan, studi ini mengungkap hubungan yang jelas antara tidur di jam yang lebih malam dengan kecenderungan aktivitas fisik. Temuan ini dinilai dapat membantu penyandang DM tipe 2 untuk memperbaiki pola tidur demi menjaga kesehatan mereka secara optimal.

"Tidur terlalu larut dan Anda akan memiliki kecenderungan lebih kecil untuk menjadi aktif," kata Rowlands.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA