Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

43 Persen Masyarakat Eropa Tertarik Beli Mobil Listrik

Jumat 09 Oct 2020 03:49 WIB

Rep: Eric Iskandarsjah Z/ Red: Dwi Murdaningsih

Ilustrasi Mobil Listrik

Ilustrasi Mobil Listrik

Foto: Mgrol101
Prancis mengantongi jumlah peminat tertinggi mobil listrik di Eropa.

REPUBLIKA.CO.ID, AMSTERDAM--Mobil listrik dinilai jadi solusi mobilitas masa depan. Mengingat, mobil listrik atau electric vehicle (EV) memiliki sejumlah keunggulan terutama dari aspek lingkungan.

Dilansir dari Electrive pada Kamis (8/10), hal ini pun mendorong EVBox untuk melakukan sebuah riset. Lewat studi ini, penyedia layanan pengisian baterai dari Belanda itu bertujuan untuk mengungkap keinginan masyarakat Eropa untuk menggunakan EV.

Dari riset itu, terungkap bahwa sekitar 43 persen masyarakat Eropa tertarik untuk beralih menggunakan EV. Mayoritas, hal yang mendorong penggunaan EV pun terkait faktor lingkungan. Dengan kata lain, sebagian besar yang sepakat soal penggunaan EV adalah masyarakat yang menaruh perhatian pada soal perubahan iklim.

Sementara itu, masyarakat yang belum tertarik untuk beralih masih merasa bahwa infrastruktur EV saat ini masih belum siap. Di satu sisi, sejumlah masyarakat juga masih enggan karena harga EV saat ini masih relatif tinggi.

Uniknya, riset ini juga mengungkap bahwa masyarakat yang telah menggunakan EV tak merasa terlalu dipersulit oleh minimnya infrastruktur. Bahkan, para pengguna EV kebanyakan tak lagi tertarik untuk menggunakan kendaraan dengan mesin konvensional.

Riset ini sendiri melibatkan sekitar 3.600 responden. Seluruh responden itu merupakan masyarakat dari enam negara Eropa yakni Belanda, Jerman, Prancis, Belgia, Norwegia dan Inggris. Dari seluruh responden itu, 600 orang diantaranya merupakan masyarakat yang telah menggunakan hybrid dan EV.

Dari enam negara itu, Prancis mengantongi jumlah peminat tertinggi soal EV. Mayoritas, responden Prancis tertarik menggunakan EV demi lingkungan yang lebih hijau dan berharap agar Eropa bisa jadi benua pertama yang bebas karbon.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA