Thursday, 3 Ramadhan 1442 / 15 April 2021

Thursday, 3 Ramadhan 1442 / 15 April 2021

Harapan Kesepakatan Parsial Dorong Wall Street Menguat

Kamis 08 Oct 2020 09:19 WIB

Red: Friska Yolandha

Wall Street

Wall Street

Foto: AP/ Louis Lanzano
Investor juga mempelajari risalah pertemuan yang dirilis The Federal Reserve

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Wall Street menguat tajam pada penutupan perdagangan Rabu (7/10) saat investor mendapatkan kembali harapan bahwa setidaknya kesepakatan parsial tentang lebih banyak stimulus fiskal AS dapat terjadi. Di sisi lain, investor juga mempertimbangkan risalah pertemuan September Federal Reserve yang baru dirilis.

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 530,7 poin atau 1,91 persen menjadi berakhir pada 28.303,46 poin. Indeks S&P 500 terangkat 58,49 poin atau 1,74 persen, menjadi ditutup pada 3.419,45. Indeks Komposit Nasdaq berakhir menguat 210 poin atau 1,88 persen, menjadi 11.364,60 poin.

Setelah tiba-tiba membatalkan negosiasi RUU komprehensif pada Selasa (6/10), Presiden Donald Trump kemudian pada hari itu mendesak Kongres untuk meloloskan serangkaian RUU yang lebih kecil dan mandiri yang akan mencakup paket dana talangan untuk industri penerbangan yang terpukul pandemi Virus Corona.

Saham-saham maskapai penerbangan melonjak dan United Airlines terangkat 4,3 persen. 

“Satu-satunya alasan kami turun kemarin adalah cuitan dari Presiden Trump, yang dia tarik kembali tadi malam. Itulah mengapa pasar mulai lebih kuat dan berlanjut lebih kuat. Saya pikir ada ekspektasi penuh bahwa beberapa bentuk kesepakatan stimulus akan terjadi lebih cepat daripada sebelumnya,” kata Direktur Pelaksana Perdagangan Wkuitas Wedbush Securities, Michael James, di Los Angeles.

Pejabat tinggi Gedung Putih mengesampingkan kemungkinan lebih banyak bantuan Virus Corona, sementara Ketua DPR Nancy Pelosi mengecam Trump karena mundur dari pembicaraan tentang kesepakatan komprehensif. 

Indeks menahan kenaikannya setelah Federal Reserve (Fed) merilis risalah dari pertemuan kebijakan terakhirnya. Risalah menunjukkan para gubernur bank sentral AS, setelah sepakat dengan bulat pada Agustus tentang pendekatan baru yang luas untuk kebijakan moneter, terbelah pada September tentang bagaimana menerapkan prinsip-prinsip baru mereka dalam praktik.

Dengan pemilihan presiden AS hanya beberapa minggu lagi, fokus Rabu malam waktu setempat mungkin beralih ke debat antara Wakil Presiden Mike Pence dan lawan dari Demokrat Kamala Harris. Jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dirilis pada Selasa menunjukkan kandidat presiden dari Partai Demokrat Joe Biden memperluas keunggulannya atas Trump di medan pertempuran Michigan dan kedua kandidat tersebut terkunci dalam persaingan di North Carolina menjelang pemilihan 3 November.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA