Thursday, 9 Safar 1443 / 16 September 2021

Thursday, 9 Safar 1443 / 16 September 2021

Investasi Dana Pensiun Capai Rp 286,9 Triliun

Rabu 07 Oct 2020 13:42 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Nidia Zuraya

Skema dana pensiun (ilustrasi)

Skema dana pensiun (ilustrasi)

Foto: www.bamlawca.com
Ada beberapa dana pensiun yang mengalami penurunan rasio kecukupan dana (RKD).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gejolak di pasar saham dan obligasi akibat dampak pandemi Covid-19 telah mengakibatkan penurunan nilai aset investasi. Pada Maret 2020, total investasi dana pensiun (dapen) turun menjadi sebesar Rp 268,97 triliun dibandingkan akhir tahun lalu sebesar Rp 282,64 triliun.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai aset investasi dapen per Agustus 2020 sudah kembali meningkat menjadi Rp 286,9 triliun. Namun tanpa kehati-hatian dalam mengelola investasi situasi yang serba tidak pasti ini, aset investasi dapen berisiko kembali menurun sehingga berdampak terhadap tingkat kesehatan dapen.

Menurut Direktur Eksekutif Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) Bambang Sri Muljadi  tingkat kesehatan dana pensiun diukur salah satunya dari rasio kecukupan dana (RKD), yaitu kemampuan kekayaan dapen untuk memenuhi kewajiban nilai kini aktuarialnya.

"Nilai kini aktuarial adalah kewajiban dapen yang dihitung berdasarkan anggapan bahwa dapen terus berlangsung sampai dipenuhinya seluruh kewajiban kepada peserta dan pihak yang berhak," ujarnya kepada wartawan, Rabu (7/10).

Singkatnya, menurut Bambang, rasio pendanaan dapen sangat berkaitan dengan kemampuan dapen dalam memenuhi liabilitas pembayaran manfaat pensiun secara jangka panjang. Batas RKD dapen adalah 100 persen. Dapen dikatakan memiliki pendanaan yang cukup alias funded jika memiliki RKD 100 persen lebih.

"Jika RKD berada di bawah 100 persen, berarti dana pensiun tidak memiliki kemampuan pendanaan yang cukup dalam memenuhi kewajibannya alias unfunded," ucapnya.

Itu sebabnya, dapen seperti dapen PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sejak kuartal dua 2020 telah menggelar sejumlah langkah antisipatif dan pengamanan terhadap aset investasi.

Direktur Utama Dapen BTN Mas Guntur Dwi Sulistyanto menambahkan dapen BTN sudah merevisi target investasi dan memilih lebih konservatif. Adapun strategi konservatif yang digelar Dapen BTN tetap mengedepankan dan menjaga RKD tetap di atas 100 persen.

"Per Agustus 2020, RKD Dapen BTN masih terjaga pada posisi aman pada 107,20 persen," ucapnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA