Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Toyota-Panasonic Siap Produksi Baterai untuk 500 Ribu EV

Rabu 07 Oct 2020 02:09 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Gita Amanda

Kendaraanlistrik (ilustrasi). Toyota dan Panasonic siap memproduksi baterai lithium ion untuk kendaraan listrik.

Kendaraanlistrik (ilustrasi). Toyota dan Panasonic siap memproduksi baterai lithium ion untuk kendaraan listrik.

Foto: Tim Infografis Republika
Pasar kendaraan listrik global diperkirakan akan terus berkembang pesat

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Prime Planet Energy & Solutions, Inc perusahaan patungan Toyota Motor Corp dan Panasonic Corp siap memproduksi baterai lithium-ion untuk kendaraan listrik di sebuah pabrik di Barat Jepang mulai 2022. Produksi baterai ini dilakukan guna merespon permintaan kendaraan listrik (EV) yang terus meningkat.

Prime Planet Energy & Solutions, Inc mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa jalur produksi pabrik Panasonic di Tokushima akan memiliki kapasitas yang cukup untuk memproduksi baterai untuk sekitar 500 ribu kendaraan setahun.

“Pasar kendaraan listrik global diperkirakan akan terus berkembang pesat,” kata perusahaan itu seperti dikutip dari Reuters, Selasa (6/10).

Didirikan pada bulan April, 51 persen saham Prime Planet Energy dimiliki oleh Toyota dan sisanya milik Panasonic. Usaha ini mencerminkan dorongan kedua perusahaan untuk menjadi raksasa global dalam pengembangan EV yang terjangkau.

Panasonic, salah satu pembuat baterai EV terbesar di dunia, menghadapi persaingan yang ketat sebagai penyuplai baterai Tesla. Pemain terkemuka lain dari Korea Selatan dan Cina seperti Samsung SDI Co, LG Chem dan CATL juga menyuplai baterai EV.

Toyota, produsen mobil terbesar Jepang, bulan lalu mengatakan bahwa mereka mengharapkan penjualan tahunan kendaraan EV mencapai 5,5 juta pada tahun 2025, lima tahun lebih awal dari yang direncanakan semula.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA