Thursday, 20 Rajab 1442 / 04 March 2021

Thursday, 20 Rajab 1442 / 04 March 2021

Kasus Covid-19 di Malaysia Naik, Siswa SIKL Belajar di Rumah

Selasa 06 Oct 2020 18:46 WIB

Red: Nur Aini

Sejumlah warga berjalan di taman kawasan Menara Berkembar Petronas (KLCC) di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (7/9/2020). Pemerintah Malaysia menutup pintu masuk warga pemegang visa jangka panjang dari 23 negara yang beresiko tinggi terhadap COVID-19 antara lain Indonesia, Amerika Serikat, India, Spanyol, Inggris, Arab Saudi, Perancis, Turki, Italia, Jerman.

Sejumlah warga berjalan di taman kawasan Menara Berkembar Petronas (KLCC) di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (7/9/2020). Pemerintah Malaysia menutup pintu masuk warga pemegang visa jangka panjang dari 23 negara yang beresiko tinggi terhadap COVID-19 antara lain Indonesia, Amerika Serikat, India, Spanyol, Inggris, Arab Saudi, Perancis, Turki, Italia, Jerman.

Foto: Antara/Rafiuddin Abdul Rahman
Kasus Covid-19 di Malaysia naik terutama dari Kedah dan Sabah

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Siswa Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) kembali menjalani proses belajar di rumah masing-masing mulai Rabu (7/10), sehubungan peningkatan kasus penyebaran Covid-19 di Malaysia.

"Kondisi mengharuskan begitu," ujar Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur, Dr Mokhammad Farid Makruf ketika dihubungi di Kuala Lumpur, Selasa (6/10).

Pihak sekolah melalui surat yang ditandatangani kepala sekolah Dr Encik Abdul Hajar MM sudah menyebarkan pengumuman tersebut ke para orang tua dan siswa. Menurut pihak sekolah, kebijakan tersebut untuk memastikan keadaan dan keselamatan warga SIKL.

Baca Juga

Para siswa kembali belajar di rumah menggunakan platform online yang telah disediakan sekolah dan kebijakan itu akan ditinjau kembali pada 21 Oktober 2020 dengan mengikuti perkembangan Covid-19 di Malaysia.

Sementara itu, Pemerintah Malaysia melakukan isolasi perjalanan dari Negara Bagian Sabah ke Semenanjung (Kuala Lumpur dan sekitarnya), Sarawak dan Wilayah Persekutuan Labuan karena peningkatan Covid-19.

"Karena peningkatan kasus Covid-19 di seluruh Sabah, pemerintah setuju untuk mengenakan pembatasan perjalanan mulai 12 hingga 25 Oktober 2020," ujar Menteri Pertahanan Malaysia, Datuk Sri Ismail Sabri Yakuub.

Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) Senin (5/10) melaporkan dari kasus harian Covid-19 sebanyak 432 kasus 241 di antaranya berasal dari Kedah dan 130 dari Sabah. Kasus harian tersebut merupakan jumlah tertinggi semenjak 18 Maret 2020.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA