Selasa 06 Oct 2020 15:45 WIB

Tak Hanya Mahasiswa, 17 Pengajar PTIQ Juga Positif Covid-19

Penyebaran Covid-19 di PTIQ diduga bermula dari pengelola kantin.

Rep: Febryan A/ Red: Indira Rezkisari
Petugas berjaga di area gerbang keluar masuk kampus Institut Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (5/10). Sekitar 200 mahasiswa PTIQ terkonfirmasi positif Covid-19 hasil dari tracing melalui tes usap hingga saat ini masih dilakukan proses evakuasi sejumlah pasien menuju Wisma Atlet dan Tower Pademangan. Republika/Thoudy Badai
Foto: Republika/Thoudy Badai
Petugas berjaga di area gerbang keluar masuk kampus Institut Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (5/10). Sekitar 200 mahasiswa PTIQ terkonfirmasi positif Covid-19 hasil dari tracing melalui tes usap hingga saat ini masih dilakukan proses evakuasi sejumlah pasien menuju Wisma Atlet dan Tower Pademangan. Republika/Thoudy Badai

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 225 orang dari kampus Institut Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ), Cilandak, Jakarta Selatan, dinyatakan positif Covid-19. Ternyata tak semuanya mahasiswa, sebagian adalah pengajar atau ustaz.

Direktur Asrama PTIQ, Pangadilan Daulay, mengatakan, dari ratusan kasus positif Covid-19 di kampus tersebut, 20 di antaranya bukan mahasiswa. Ia memerinci, 17 adalah pengajar, dua staf tata usaha, dan satu office boy alias pramukantor.

Baca Juga

Terkait penyebab ratusan kasus tersebut, Daulay menduganya berawal dari pengelola kantin kampus. Sebab, para mahasiswa, pengajar, maupun pengelola kampus, tak dibolehkan meninggalkan area kampus. Kemungkinan tertular di luar asrama, kata Daulay, sangat kecil.

Sedangkan pengelola kantin kampus, hampir setiap hari berbelanja di pasar. Belakangan, memang salah satu pengelola kantin tersebut dinyatakan positif Covid-19.

"Diperkirakan dari sana sumbernya. Setiap anak yang makan kan dilayani sama dia. Di sini diperkirakan penyebaran yang luar biasa," ungkap Daulay kepada Republika, Selasa (6/10).

Tracing atau pelacakan, lanjut dia, dilakukan puskesmas Cilandak dan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan pada Selasa (29/9) pekan lalu. Hasilnya, dari 409 mahasiswa penghuni asrama, ratusan di antaranya positif Covid-19.

Komandan Lapangan RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Letkol Laut Muhammad Arifin, mengatakan, jumlah postif Covid-19 dari PTIQ sebanyak 225 orang. Sebagian bergejala, sebagian lain masuk kategori orang tanpa gejala (OTG).

Mereka dievakuasi dari kampus, yang berada di bawah naungan kementerian itu, pada Ahad (4/10) dan Senin (5/10). Sebanyak 64 orang dirawat di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat. Sisanya, 161 orang, dirawat di Wisma Karantina Pademangan, Jakarta Utara.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement