Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Takut Tertular Covid-19, Presiden Iran Batalkan Pertemuan

Selasa 06 Oct 2020 15:27 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah

Presiden Iran Hassan Rouhani

Presiden Iran Hassan Rouhani

Foto: Iranian Presidency Office via AP
Pertemuan batal karena ketua Parlemen Iran Ghalibaf positif Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID,  TEHERAN -- Presiden Iran Hassan Rouhani membatalkan agenda pertemuan pemerintah yang dijadwalkan digelar pada Selasa (6/10). Keputusan tersebut diambil karena dia takut tertular Covid-19.

Kantor berita semi-resmi Iran, Fars, melaporkan Rouhani seharusnya mengadakan pertemuan penting yang bakal turut dihadiri ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf. Namun agenda itu dibatalkan karena Ghalibaf dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

Ghalibaf tertular setelah mengunjungi Imam Khomeini Hospital dan melakukan kontak dengan pasien positif virus korona. Pada Senin (5/10), Kementerian Kesehatan Iran mengatakan hampir seluruh wilayah Iran dalam keadaan siaga penanganan Covid-19. Hal itu disebabkan jumlah kasus dan kematian yang terus melonjak, bahkan menyentuh rekor baru.

Berdasarkan data yang dihimpun Worldmeters, sejauh ini Iran telah mencatatkan 475.674 kasus Covid-19 dengan 27.192 kematian. Sementara itu jumlah pasien pulih mencapai 392.293 orang. Angka tersebut menjadikan Iran sebagai negara yang paling parah terdampak pandemi.

Di tingkat global, Iran menempati posisi ke-13 sebagai negara dengan kasus Covid-19 tertinggi di dunia. Dalam urutan 20 besar, selain Iran terdapat dua negara Timur Tengah lainnya, yakni Irak dan Arab Saudi. Iran menempati posisi ke-15 dengan 382.949 kasus dan 9.464 kematian. Sementara pasien pulih di negara tersebut sebanyak 312.158 orang.

Sedangkan Saudi menempati posisi ke-17 dengan 336.766 kasus dan 4.898 kematian. Sementara total kepulihan mencapai 322.055 pasien.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA