Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Peradangan Serius Terkait Covid-19 Juga Dialami Orang Dewasa

Selasa 06 Oct 2020 14:49 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Reiny Dwinanda

Lesi ungu sangat mirip dengan cacar air, campak, atau bengkak akibat kedinginan.

Lesi ungu sangat mirip dengan cacar air, campak, atau bengkak akibat kedinginan.

Foto: Newsflash / Consejo Jenderal De Colegios Ofic
Peradangan multisistem pada anak positif Covid diidentifikasi sebagai sindrom baru.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kondisi peradangan terkait infeksi virus corona jenis baru yang langka dan sangat serius pada anak-anak ternyata juga dapat terjadi pada orang dewasa. Hal tersebut dilaporkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS). Sindrom inflamasi multisistem pada anak-anak (MIS-C) biasanya melibatkan syok, kerusakan jantung, sakit perut, dan hiperinflamasi.

CDC menggunakan laporan dari 27 pasien dewasa untuk menggambarkan kondisi baru yang serupa, yakni sindrom inflamasi multisistem pada orang dewasa (MIS-A)  Penderitanya dilaporkan memiliki gejala kardiovaskular, gastrointestinal, dermatologis, dan neurologis tanpa penyakit pernapasan parah dan secara bersamaan menerima hasil tes positif untuk virus corona jenis baru (SARS-CoV-2), yang menyebabkan penyakit Covid-19.

"Sebagian besar pasien MIS-A selamat dan mencerminkan hasil yang terlihat pada pasien MIS-C yang dirawat di unit kesehatan intensif," tulis laporan CDC, dilansir Fox News, Selasa (6/10).

Masih banyak yang tidak diketahui tentang MIS-A, dengan banyak ketidakpastian mengenai lini waktu dari infeksi virus corona jenis baru, hingga permulaan MIS-A. Namun, laporan tersebut mengatakan MIS-A dan MIS-C mungkin mewakili proses pasca-infeksi.

Orang dewasa yang melaporkan gejala khas Covid-19 kemudian mengembangkan MIS-A sekitar dua hingga lima pekan kemudian. Pasien dengan MIS-A mungkin tidak dites positif terinfeksi virus corona jenis baru, mengingat permulaan sindrom beberapa pekan kemudian.

CDC menekankan pentingnya pengujian antibodi untuk infeksi SARS-CoV-2 sebelumnya untuk mengenali dan mengobati MIS-A. Dari 27 pasien MIS-A yang termasuk dalam laporan, 30 persen di antaranya, bersama dengan 45 persen dari 440 anak dengan MIS-C dilaporkan ke CDC hingga 29 Juli lalu dites negatif, tetapi saat ini positif Covid-19.

Kriteria yang digunakan untuk mengidentifikasi MIS-A termasuk penyakit parah yang memerlukan rawat inap pada pasien berusia di atas 21 tahun. Dalam 12 pekan terakhir, ditemukan disfungsi parah dari satu atau lebih organ selain paru-paru, bukti laboratorium dari peradangan parah dan kurangnya penyakit pernapasan yang parah.

Pasien kebanyakan dirawat dengan kortikosteroid di antara perawatan lain seperti vasopresor untuk meningkatkan tekanan darah atau pengencer darah. Laporan tersebut juga mencatat bahwa semua kecuali satu dari pasien dalam laporan tersebut berasal dari ras atau etnis minoritas mengungkapkan bahwa MIS-C juga telah dilaporkan secara tidak proporsional di komunitas tersebut.

Namun, karena ukuran sampel yang kecil, CDC mengatakan, diperlukan lebih banyak penelitian sebelum membuat kesimpulan tentang beban MIS-A di berbagai kelompok. Temuan menunjukkan bahwa pasien dewasa dari segala usia dengan Covid-19 saat ini atau sebelumnya dapat mengembangkan sindrom hiperinflamasi yang menyerupai MIS-C.

CDC menambahkan bahwa langkah-langkah untuk membatasi penyebaran wabah dapat membantu mencegah MIS-A.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA