Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Percontohan Korporasi Nelayan Jajal Komoditas Udang

Selasa 06 Oct 2020 14:05 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Fuji Pratiwi

Seorang petambak melakukan panen perdana budidaya udang vaname (ilustrasi). Pemerintah menjalankan proyek percontohan korporasi nelayan melalui budidaya udang di lima daerah.

Seorang petambak melakukan panen perdana budidaya udang vaname (ilustrasi). Pemerintah menjalankan proyek percontohan korporasi nelayan melalui budidaya udang di lima daerah.

Foto: Antara/Aji Styawan
Sudah ada lima daerah yang menjadi percontohan korporasi nelayan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah mulai membentuk proyek rintisan untuk 'mengkorporasikan' nelayan dan petani. Maksudnya, mengajak nelayan dan petani membentuk kelompok-kelompok usaha skala kecil hingga menengah berupa koperasi atau badan lainnya. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, pilot project ini dilakukan tersebar di sejumlah daerah berdasarkan komoditasnya. "Pembangunan proyek percontohan korporasi nelayan dan petani ini ditangani oleh kementerian terkait sesuai dengan komoditasnya," kata Airlangga dalam keterangan pers usai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi, Selasa (6/10). 

Baca Juga

Misalnya, produk perikanan dibantu oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Sementara produk pertanian dan perkebunan dibantu oleh Kementerian Pertanian. Sementara pendampingan pendirian koperasi akan dibantu oleh Kementerian Koperasi dan UKM.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menambahkan, percontohan korporasi perikanan budidaya juga dibangun di lima wilayah, yakni Aceh Timur di Aceh, Buol di Gorontalo, Sukamara di Kalimantan Tengah, Cianjur di Jawa Barat, dan Lampung Selatan di Lampung. Komoditas yang jadi fokus di lima wilayah tersebut adalah udang yang dibudidayakan di tambak.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA