Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

WHO: Covid-19 Telah Menginfeksi 10 Persen Populasi Dunia

Selasa 06 Oct 2020 13:15 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Christiyaningsih

Sejumlah mahasiswa dengan menggunakan masker mengikuti perkuliahan Universitas Pantheon, Paris, Kamis (24/9). Banyak cluster baru kasus COVID-19 telah muncul, terutama sejak di bukanya kampus serta kegiatan belajar mengajar pada bulan ini. Menguatnya kasus Covid-19 ini merupakan tanda peringatan bagi negara-negara lain di Eropa, di mana sebagian besar universitas di eropa bersiap untuk melanjutkan kegiatan belajar dan penelitian dalam beberapa minggu mendatang. Foto AP / Michel EulerGaleri Foto

Sejumlah mahasiswa dengan menggunakan masker mengikuti perkuliahan Universitas Pantheon, Paris, Kamis (24/9). Banyak cluster baru kasus COVID-19 telah muncul, terutama sejak di bukanya kampus serta kegiatan belajar mengajar pada bulan ini. Menguatnya kasus Covid-19 ini merupakan tanda peringatan bagi negara-negara lain di Eropa, di mana sebagian besar universitas di eropa bersiap untuk melanjutkan kegiatan belajar dan penelitian dalam beberapa minggu mendatang. Foto AP / Michel EulerGaleri Foto

Foto: Foto AP / Michel Euler
Sudah 214 negara dan wilayah di dunia terinfeksi Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA - Kepala Darurat WHO Mike Ryan mengatakan sekitar 10 persen dari populasi dunia telah terinfeksi Covid-19. Seperti dilansir worldometers, sudah 214 negara dan wilayah di dunia terinfeksi virus yang berawal dari Wuhan, China itu.

Berbicara pada pertemuan dewan eksekutif WHO yang beranggotakan 34 orang tentang Covid-19, Mike Ryan mengatakan bahwa Asia Tenggara terus mengalami lonjakan kasus. Sementara Eropa dan kawasan Mediterania Timur menunjukkan peningkatan jumlah kematian.

Kendati demikian, situasi di Afrika dan Pasifik Barat lebih positif. "Perkiraan terbaik kami saat ini memberitahu kami bahwa sekitar 10 persen dari populasi global mungkin telah terinfeksi oleh virus ini," katanya dikutip laman Anadolu Agency, Selasa (6/10).

Menurutnya, estimasi juga bervariasi tergantung pada negaranya dan antara perkotaan dan pedesaan, dan antara berbagai kelompok. Namun, Ryan memperingatkan bahwa perkiraan 10 persen itu berarti bahwa sebagian besar dunia tetap berisiko.

Dokter Irlandia, yang dijuluki "jenderal saya" oleh kepala WHO Tedros Ghebreyesus itu mengatakan para ilmuwan tahu bahwa pandemi akan terus berkembang. "Namun kami juga tahu bahwa kami memiliki alat yang berfungsi untuk menekan transmisi dan menyelamatkan nyawa sekarang. Dan alat itu siap membantu kami," kata Ryan.

Sebelumnya Tedros mencatat ada hampir 35 juta kasus Covid-19 yang kini dilaporkan ke WHO dan lebih dari satu juta orang dikatakan telah kehilangan nyawa. Ryan mengatakan masa depan virus tergantung pada pilihan kolektif yang dibuat masyarakat.

"Kenyataannya adalah bahwa ini masih penyakit menular. Orang-orang terpapar. Jika terpapar, mereka mungkin terinfeksi. Jika terinfeksi, mereka mungkin meninggal, atau menderita penyakit parah, atau mereka dapat menularkan penyakit itu pada kepada orang lain," kata Ryan.

"Lingkaran dasar infeksi tidak berubah, yang berubah adalah pengetahuan kita tentang bagaimana dan di mana itu terjadi sebagai faktor risiko," katanya menambahkan.

Ryan menerangkan di antara kegiatan yang diperlukan untuk mengurangi paparan, infeksi, dan kematian, serta untuk mengurangi penularan, adalah tata kelola yang baik, kebijakan yang kuat, koordinasi, pembiayaan, akses ke data, dan penelitian terkoordinasi. elain itu diperlukan strategi yang koheren, akses ke perawatan kesehatan, dan akses ke alat untuk melawan penyakit juga dibutuhkan.

"Dalam artian, tidak ada yang berubah, dan semuanya berubah. Karena kita sekarang sedang menuju masa sulit, penyakit itu terus menyebar. Meningkat di banyak bagian dunia," ujar Ryan.

sumber : https://www.aa.com.tr/en/latest-on-coronavirus-outbreak/covid-19-may-have-infected-around-10-of-world-who/1996711
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA