Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Jumlah Kesembuhan Pasien Covid-19 Kota Malang Diklaim Naik

Selasa 06 Oct 2020 08:31 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Friska Yolandha

Wali Kota Malang Sutiaji mengklaim jumlah kesembuhan pasien positif Covid-19 di daerahnya meningkat.

Wali Kota Malang Sutiaji mengklaim jumlah kesembuhan pasien positif Covid-19 di daerahnya meningkat.

Foto: Pixabay
Penambahan jumlah kasus harian Covid-19 di Malang saat ini relatif stabil.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Wali Kota Malang Sutiaji mengklaim jumlah kesembuhan pasien positif Covid-19 di daerahnya meningkat. Rata-rata penambahan kasus hariannya juga dinilai relatif stabil.

Meski demikian, Sutiaji tetap meminta masyarakat tetap waspada dan tidak lengah akan Covid-19. "Saya meminta kesadaran masyarakat (untuk menerapkan protokol kesehatan)," katanya di Kota Malang.

Baca Juga

Kota Malang tidak mengalami penambahan kasus positif Covid-19 dengan lonjakan tinggi saat menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Lonjakan kasus justru terjadi cukup siginifikan ketika memasuki masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Bahkan, Kota Malang sempat mencatat penambahan 60 kasus konfirmasi positif dalam satu hari.

Sementara saat ini, Sutiaji memastikan, penambahan jumlah kasus harian relatif stabil. Tidak ada penambahan dengan lonjakan tinggi seperti sebelumnya. Semua ini dinilai berkat pelaksanaan Operasi Yustisi yang mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan.

Sutiaji berharap, masyarakat mampu menjaga kondisi kesehatan dan imun tubuh. Pasalnya, saat ini banyak masyarakat yang sudah mulai melakukan berbagai aktivitas. Hampir semua sektor perekonomian telah melangsungkan aktivitasnya kembali.

Meski kondisi Covid-19 mulai membaik, Sutiaji menegaskan, akan tetap membuka rumah sakit lapangan penanganan COVID-19. Hal ini penting lantaran Covid-19 masih terus mengintai kesehatan masyarakat sampai sekarang.

Total kasus positif Covid-19 di Kota Batu telah mencapai 1.823 orang, Senin (5/10). Dari jumlah tersebut, 177 orang meninggal dan 1.575 orang telah dinyatakan sembuh. Sementara 71 orang lainnya masih dalam perawatan dan pemantauan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA