Tuesday, 17 Zulhijjah 1442 / 27 July 2021

Tuesday, 17 Zulhijjah 1442 / 27 July 2021

Asosiasi Rumah Sakit Swasta Jelaskan Alasan Tes PCR Mahal

Ahad 04 Oct 2020 17:45 WIB

Rep: Uji Sukma Medianti/ Red: Ratna Puspita

Warga menjalani swab test. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menetapkan batas harga tertinggi swab test mandiri dengan metode real-time polymerase chain reaction (RT PCR) yaitu sebesar Rp 900.000. Republika/Putra M. Akbar

Warga menjalani swab test. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menetapkan batas harga tertinggi swab test mandiri dengan metode real-time polymerase chain reaction (RT PCR) yaitu sebesar Rp 900.000. Republika/Putra M. Akbar

Foto: Republika/Putra M. Akbar
ARSSI Bekasi menyambut baik penetapan harga tes swab PCR maksimal Rp 900 ribu.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Pemerintah menetapkan harga tes swab/PCR di rumah sakit swasta maksimal Rp 900 ribu. Langkah tersebut dinilai baik oleh sejumlah pihak, di antaranya Asosiasi Rumah Sakit Swasta (ARSSI) Kota Bekasi.

Ketua ARSSI Kota Bekasi Eko Nugroho menilai, pemerintah sudah memahmai penyebab tingginya harga tes swab yang selama ini disediakan oleh pihak swasta, baik rumah sakit maupun laboratorium. “Penyebab tingginya harga justru komponen terbesar nya adalah dari mahalnya modal pembelian. Boleh jadi (juga) mahalnya modal ini disebabkan dari pajak yang dikenakan,” jelas Eko kepada wartawan, Ahad (4/10).

Baca Juga

Eko menerangkan, beberapa rumah sakit maupun lab juga memberi harga yang berbeda-beda tergantung dari pelayanan yang didapat. Dia menilai hal itu wajar karena banyak faktor yang membentuk harga.

“Ada servis yang berbeda yang diberikan dan yang didapat. Banyak faktor yang menyebabkan tarif bisa beragam. Nah sekarang diseragamkan,” tutur dia.

Salah satu pelayanan yang berbeda itu adalah soal durasi keluarnya hasil tes. Menurut Eko, durasi waktu yang berbeda-beda terjadi lantaran tingginya permintaan yang tidak sebanding dengan kapasitas daya tampung pemeriksaannya.

Sejauh ini, kata Eko, kemampuan pemerintah dalam melakukan tracing lewat tes swab masih minim. Untuk itu, ia mendukung langkah penyeragaman harga tes swab. 

“Kita lemah dalam kemampuan melakukan tes kepada masyarakat. Dan kami mendorong pemerintah untuk segera fokus menyediakan tes PCR-nya sehingga dapat melakukan pemeriksaan secara masif dalam waktu dekat,” ungkapnya. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA