Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Apakah Tubuh Manusia Kembali Utuh Kelak pada Hari Kiamat?

Ahad 04 Oct 2020 02:30 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Nashih Nashrullah

Alquran menegaskan kebangkitan manusia kelak hari kiamat seperti semula. Ilustrasi alam kubur.

Alquran menegaskan kebangkitan manusia kelak hari kiamat seperti semula. Ilustrasi alam kubur.

Foto: Republika/Raisan Al Farisi
Alquran menegaskan kebangkitan manusia kelak hari kiamat seperti semula.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Alquran jelas menyebutkan kebangkitan manusia dari alam kubur dari tulang belulang, menjadi sempurna manusia lagi pada hari kiamat. 

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam surat Al-Qiyamah ayat 3:

 اَيَحۡسَبُ الۡاِنۡسَانُ اَلَّنۡ نَّجۡمَعَ عِظَامَهٗؕ‏  بَلٰی قٰدِرِیۡنَ عَلٰۤی اَنۡ نُّسَوِّیَ بَنَانَہٗ

Baca Juga

“Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya? Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna.”  

Dikutip dari laman Tafsirweb.com, Sabtu (3/10), ada beberapa mufassir yang mencoba menerangkan makna dan maksud kandungan ayat ini: 

Menurut Syekh Prof Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah, dalam Tafsir Al-Wajiz: “Allah mengawali surat ini dengan sumpah, Allah berkata : ‘Aku bersumpah dengan hari kiamat, hari perhitungan dan balasan,’ dimana tidak ada keraguan dalam kejadaiannya.

Allah bersumpah dengan jiwa manusia yang suci dan beriman, yang banyak berharap kepada-Ku, yang mencela dirinya sendiri atas kesalahan dan kekurangan dalam melaksanakan hak Allah. Sungguh kalian wahai jin dan manusia, akan dibangkitkan dan saling dihitung atas seluruh amalan-amalan kalian. Ketahuilah oleh kalian bahwa orang yang kafir ini menyangka bahwa Allah tidak kuasa mengumpulkan tulang-belulang setelah bercerai-berai yang kemudian dihidupkan kembali untuk kali yang lain, maka ketahuilah bahwa Allah Mahakuasa atas apa yang dianggap menakjubkan (oleh manusia) atas hal itu. Sungguh Allah kuasa mengembalikan jari-jemari dengan sendi-sendinya secara sempurna, dimana tidak ada yang menyamapai satu sama lain." 

Dalam An-Nafahat Al-Makkiyah, Syekh Muhammad bin Shalih asy-Syawi, menjelaskan makna dua ayat berikut: “Kemudian Allah memberitahukan bersamaan dengan hal di atas bahwa sesungguhnya sebagian orang-orang menentang dan mendustakan Hari Kiamat seraya berfirman, “Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan megumpulkan (kembali) tulang belulangnya,” setelah kematian, sebagaimana disebutkan dalam Firman lain: 

وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَنَسِيَ خَلْقَهُ ۖ قَالَ مَنْ يُحْيِي الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ

” Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?" (QS Yasin: 78), karena kebodohan dan permusuhannya, ia menganggap mustahil kemampuan Allah untuk menciptakan tulang yang merupakan tonggak raga. 

Allah membantahnya dengan berfirman, “Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna.” Yakni ujung-ujung jari dan tulangnya sekalipun. Hal itu mengharuskan penciptaan seluruh anggota badan, karena bila ujung-ujung jari ada, berarti penciptaan raga sempurna.”

Menurut Tafsir Al-Mukhtashar, karya Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syekh Dr Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram) dijelaskan sebagai berikut:

بَلَىٰ قٰدِرِينَ (Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa) Yakni namun Kami mampu mengumpulkannya. 

عَلَىٰٓ أَن نُّسَوِّىَ بَنَانَهُۥ (menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna) Yakni Kami berkuasa untuk menyatukan jemarinya dan menjadikannya seperti kaki unta, namun Kami memberinya kenikmatan berupa jari-jemari yang lentur dan terdiri dari ruas-ruas dan kuku, serta urat yang lentur dan tulang yang kecil. Pendapat lain mengatakan bahwa ini adalah perigatan dari Allah bahwa sidik jari jemari setiap orang berbeda dengan sidik jari jemari orang lain, seandainya Allah menghendaki niscaya Dia mampu menjadikannya sama. 

Menurut Syekh Dr Muhammad Sulaiman Al Asyqar, pengajar tafsir di Universitas Madinah, dalam Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir, dijelaskan: “Bahkan Kami-pun kuasa untuk mengumpulkan kembali dengan sempurna. Kami juga kuasa untuk menyusun kembali jari-jemari mereka seperti sedia kala. ‘Adi bin Rabiah berkata kepada Nabi SAW: Wahai Muhammad, beritahu aku kapan hari kiamat itu akan terjadi. Maka Rasul menjawab dengan jawaban beliau. 

Kemudian ‘Adi bin Rabiah berkata kembali: ‘Jikalaupun kabar tentang hari kiamat itu sudah jelas waktunya, aku tidak akan pernah membenarkanmu, juga tidak akan mempercayai hari kiamat itu. Bagaimana mungkin Allah mampu mengumpulkan kembali tulang-belulang setelah sekian lama terkubur?’ Maka turunlah ayat ini.” 

https://tafsirweb.com/11651-quran-surat-al-qiyamah-ayat-3.html

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA