Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Bantahan Tegas Surat Al-Maidah Atas Klaim Tuhan Ada 3 

Ahad 04 Oct 2020 04:30 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Nashih Nashrullah

Surat Al-Maidah ayat 73 membantah tegas tuhan ada tiga.  Alquran/Ilustrasi

Surat Al-Maidah ayat 73 membantah tegas tuhan ada tiga. Alquran/Ilustrasi

Surat Al-Maidah ayat 73 membantah tegas tuhan ada tiga.

REPUBLIKA.CO.ID, Islam sebagai akidah yang terakhir datang di bumi ini jelas menjadi satu-satunya agama mengedepankan tauhid yang menganggap Allah SWT hanya satu tanpa

perantara atau bentuk yang lain. Ini jelas dinyatakan dalam Alquran Surat Al Maidah ayat 73: 

Baca Juga

لَّقَدْ كَفَرَ ٱلَّذِينَ قَالُوٓا۟ إِنَّ ٱللَّهَ ثَالِثُ ثَلَٰثَةٍ ۘ وَمَا مِنْ إِلَٰهٍ إِلَّآ إِلَٰهٌ وَٰحِدٌ ۚ وَإِن لَّمْ يَنتَهُوا۟ عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.” 

Dikutip dari laman Tafsirweb.com, Sabtu (3/10), ada beberapa mufassir yang mencoba menerangkan makna dan maksud kandungan ayat ini. 

Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah karya Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syekh Prof Dr Imad Zuhair Hafidz, professor Fakultas Alquran Universitas Islam Madinah menjelaskan:  

 لَّقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوٓا۟ إِنَّ اللهَ ثَالِثُ ثَلٰثَةٍ ۘ 

(Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”) Yang dimaksud dengan yang tiga adalah Allah, Isa, dan Maryam. Pendapat lain mengatakan yang dimaksud adalah tiga oknum: oknum bapa, oknum anak, dan oknum ruhul qudus.

 وَمَا مِنْ إِلٰهٍ إِلَّآ إِلٰهٌ وٰحِدٌ ۚ (padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa) Yakni tidak ada di alam semesta ini Tuhan yang hak kecuali Allah. Pendapat lain mengatakan ini adalah bagian dari perkataan orang-orang Nasrani, yakni mereka mengatakan Tuhan itu tiga tapi satu.

وَإِن لَّمْ يَنتَهُوا۟ عَمَّا يَقُولُونَ  (Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu) Yakni apabila mereka tidak berhenti dari perkataan kafir itu dan meninggalkannya.

Sementara itu, Syekh Dr Muhammad Sulaiman Al-Asyqar, pengajar tafsir Universitas Islam Madinah, dalam Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir menjelaskan: 

“Sungguh telah kufur orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah itu salah satu dari tiga tuhan, yaitu Tuhan Bapak, Tuhan anak, dan Ruh Kudus” Mereka adalah kelompok kedua yang tidak disebutkan dalam ayat sebelumnya. Jumlah mereka ada tiga kelompok dan yang sebelumnya adalah kelompok pertama, dan kelompok ketiga disebutkan di ayat selanjutnya (ayat 116). Tiada tuhan yang haq kecuali Allah SWT. Dialah yang layak disembah. Dan jika mereka tidak menghentikan ucapan yang batil ini dan menghentikan kekufurannya, maka sungguh orang-orang kafir di antara mereka akan disuguhkan kepada azab yang pedih di neraka.

Sedangkan menurut almarhum Syekh Prof Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir dari Suriah, dalam Tafsir Al-Wajiz, menjelaskan: “Sungguh telah kafirlah orang-orang yang mengatakan, ‘Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga’." Ini termasuk pandangan orang-orang Nasrani yang terkenal pada mereka. Mereka mengklaim bahwa Allah adalah satu dari yang tiga yaitu; Allah, Isa, dan Maryam. Mahasuci Allah dari apa yang mereka katakan. Ini adalah bukti terbesar atas minimnya akal orang-orang Nasrani.

Bagaimana mereka menerima ucapan buruk dan akidah yang jelek ini? Bagaimana mereka tidak membedakan antara Khaliq (Pencipta) dan makhluk (ciptaan)? Bagaimana Allah Rabbul ‘alamin bisa samar dari mereka? Allah berfirman membantah mereka dan orang-orang yang seperti mereka, “Padahal sekali-kali tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Tuhan Yang Mahaesa,” yang memiliki seluruh sifat kesempurnaan, tersucikan dari segala kekurangan, yang memonopoli hak penciptaan dan pengaturan. 

Tiada nikmat yang dirasakan makhluk kecuali dari-Nya. Bagaimana mungkin tuhan lain diangkat bersamaNya? Mahasuci Allah dan Mahatinggi setinggi-tingginya dari apa yang dikatakan oleh orang-orang zalim. Kemudian Allah mengancam dengan FirmanNya, “Jika mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akna ditimpa siksaan yang pedih.”

 

Sumber: https://tafsirweb.com/1957-quran-surat-al-maidah-ayat-73.html  

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA